Guntur Romli Sebut Rencana Blusukan Jokowi di Jawa Tengah Bentuk Kesombongan PSI

JAKARTA – Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Mohamad Guntur Romli, melontarkan kritik tajam terhadap rencana Presiden Joko Widodo yang akan melakukan agenda blusukan ke wilayah Jawa Tengah. Guntur memandang manuver politik tersebut bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan sebuah simbol kesombongan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurutnya, ada upaya sistematis untuk merongrong basis massa PDIP di wilayah yang selama ini populer dengan julukan ‘Kandang Banteng’.
Guntur Romli menegaskan bahwa kepercayaan diri PSI yang merasa mampu menggoyang Jawa Tengah dengan mengandalkan figur Jokowi adalah sebuah kekeliruan besar. Ia meyakini bahwa loyalitas konstituen PDIP di Jawa Tengah telah teruji melalui berbagai kontestasi politik selama puluhan tahun. Oleh karena itu, kehadiran Jokowi yang belakangan ini semakin intens dikaitkan dengan PSI dianggap tidak akan mengubah peta kekuatan politik secara signifikan di provinsi tersebut.
Analisis Kekuatan Kandang Banteng di Jawa Tengah
Jawa Tengah merupakan basis pertahanan terkuat PDIP yang memiliki struktur organisasi sangat solid hingga ke level akar rumput. Pengamat politik menilai bahwa upaya infiltrasi melalui tokoh populer sekalipun membutuhkan lebih dari sekadar kunjungan lapangan. Berikut adalah beberapa poin mengapa Jawa Tengah tetap menjadi tantangan berat bagi lawan politik PDIP:
- Struktur Organisasi yang Masif: PDIP memiliki kader militan yang mengakar di setiap desa di Jawa Tengah, sehingga mesin partai dapat bekerja dengan cepat dalam merespons ancaman luar.
- Sentimentalitas Sejarah: Hubungan emosional antara warga Jawa Tengah dengan trah Soekarno dan partai banteng sangat sulit untuk diputus hanya dengan program jangka pendek.
- Rekam Jejak Pemilu: Data statistik dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan dominasi kursi legislatif yang masih dipegang oleh PDIP di hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Kritik Tajam Guntur Romli terhadap Manuver Politik PSI
Guntur Romli mencermati bahwa ada upaya untuk mempersonifikasikan kekuatan politik hanya pada satu individu, yakni Jokowi, untuk kepentingan PSI. Ia menilai strategi ini sangat dangkal dan meremehkan kecerdasan pemilih di Jawa Tengah. Selain itu, ia mengingatkan bahwa dinamika politik saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan dengan masa pemilihan presiden sebelumnya.
Pihak PDIP juga telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk membentengi wilayah mereka dari intervensi politik pihak manapun. Guntur menekankan bahwa setiap serangan terhadap basis massa mereka justru akan memicu semangat perlawanan yang lebih besar dari para kader. Sebagaimana telah dibahas dalam artikel sebelumnya mengenai peta kekuatan politik Jawa Tengah, soliditas internal menjadi kunci utama menghadapi serangan eksternal.
Dinamika Relasi Jokowi dan PDIP Menjelang Pilkada
Rencana blusukan ini semakin mempertegas keretakan hubungan antara Jokowi dengan partai yang membesarkannya. Di sisi lain, PSI yang kini dipimpin oleh putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, terus berusaha mendapatkan efek elektoral dari popularitas sang ayah. Namun, para analis berpendapat bahwa strategi ini berisiko menjadi bumerang jika masyarakat menilai adanya penyalahgunaan wewenang atau etika politik yang dilanggar.
Pada akhirnya, pertarungan di Jawa Tengah bukan hanya soal siapa yang paling sering turun ke pasar atau desa. Ini adalah pertarungan ideologi, mesin partai, dan pembuktian apakah figur personal mampu mengalahkan institusi partai yang sudah mapan. Guntur Romli menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa rakyat Jawa Tengah tahu persis siapa yang benar-benar memperjuangkan nasib mereka dan mana yang sekadar melakukan aksi panggung politik.

