Klorida Sungai Mahakam Naik, Perumdam Tirta Kencana Hentikan Sementara Produksi di IPA Sungai Kapih

KaltimNewsroom.com – Perumdam Tirta Kencana Samarinda mengambil langkah cepat menghadapi lonjakan kadar klorida pada air baku Sungai Mahakam. Perusahaan menghentikan sementara produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Kapih sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas air sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Perumdam Tirta Kencana tidak memaksakan produksi ketika kualitas air baku berada di atas ambang yang ditetapkan. Di tengah kondisi pasang Sungai Mahakam yang mendorong kenaikan kadar klorida, petugas memilih memperketat pemantauan dan memastikan air yang diproduksi tetap memenuhi standar.
Pemantauan Dilakukan Setiap Jam
Operator IPA Sungai Kapih, Achmad Robbyal, mengatakan petugas memantau kadar klorida secara intensif setiap satu jam. Pemantauan tersebut menjadi dasar bagi operator untuk menentukan apakah proses produksi dapat kembali berjalan atau harus dihentikan sementara.
“Kadar klorida biasanya baru akan turun saat air sungai mulai surut. Meski begitu, kami tidak bisa langsung berproduksi begitu surut, tetap harus melalui tahap pengecekan dan pengujian laboratorium terlebih dahulu,” tambahnya.
Kadar klorida menjadi salah satu parameter penting dalam pengolahan air. Konsentrasi tersebut dapat meningkat akibat sejumlah faktor, mulai dari kandungan mineral alami hingga pengaruh air laut atau intrusi air laut di wilayah yang terhubung dengan sistem pasang surut.
Dalam kondisi normal, kadar klorida di bawah 250 ppm memungkinkan proses produksi berjalan. Namun, ketika angkanya melampaui ambang tersebut, operator langsung menghentikan operasional untuk menjaga kualitas air yang akan diterima pelanggan.
Pasang Sungai Pengaruhi Kadar Klorida
Dinamika pasang surut Sungai Mahakam turut memengaruhi perubahan kadar klorida. Saat air sungai mengalami pasang, konsentrasi klorida dapat meningkat signifikan.
Operator mencatat kadar klorida sempat turun di bawah 250 ppm sekitar pukul 03.00 Wita. Kondisi itu memungkinkan IPA Sungai Kapih kembali menjalankan produksi hingga pukul 07.00 Wita.
“Subuh tadi sekitar pukul 03.00 Wita, kadar klorida sempat turun ke bawah 250 PPM.
Jadi produksi dijalankan sampai pukul 07.00 Wita. Tapi begitu memasuki pukul 07.00 WITA, kadarnya naik lagi ke 325 PPM.
“Sehingga operasional terpaksa kami stop kembali,” ujarnya.
Kondisi kemudian kembali berubah. Pada pemeriksaan terbaru, kadar klorida bahkan mencapai 1.085 ppm ketika air Sungai Mahakam berada dalam kondisi pasang naik.
Situasi tersebut membuat operator harus menunggu hingga kondisi air baku kembali memenuhi persyaratan sebelum memulai produksi.
Perumdam Siapkan Cadangan Air untuk Warga
Penghentian sementara produksi tidak membuat Perumdam Tirta Kencana melepas kebutuhan masyarakat. Perusahaan menyiagakan reservoir berkapasitas 4.530 meter kubik untuk membantu menjaga ketersediaan air bersih.
Perumdam juga membuka terminal pengambilan air bersih mandiri di area IPA Sungai Kapih. Petugas menyediakan 10 titik keran yang dapat digunakan masyarakat secara gratis selama 24 jam.
Warga cukup membawa galon atau jeriken untuk mengambil air. Perumdam menetapkan batas maksimal dua galon untuk setiap orang agar layanan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Pengambilan tidak diperkenankan menggunakan selang maupun armada mobil agar distribusi merata dan tertib,” jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, Perumdam Tirta Kencana mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak. Petugas juga terus memantau perubahan kualitas air baku Sungai Mahakam dan siap menjalankan kembali produksi setelah hasil pengecekan memastikan kondisi air telah aman untuk diolah.
(*)
