BANGKOK — Kabinet Thailand secara resmi menetapkan kebijakan libur khusus selama dua hari berturut-turut menyusul situasi darurat akibat banjir Bangkok yang meluas dan belum menunjukkan tanda-tanda surut setelah diguyur hujan deras selama tiga hari terakhir. Kebijakan darurat ini diberlakukan khusus bagi seluruh pegawai negeri sipil yang bertugas di wilayah ibu kota serta tiga provinsi penyangga di sekitarnya karena akses mobilitas warga lumpuh total akibat genangan air yang cukup tinggi di berbagai titik.
Selain meliburkan aparatur sipil negara, pihak berwenang terus mengerahkan tim darurat untuk melakukan evakuasi warga terdampak serta mempercepat proses penyedotan air dari kawasan permukiman padat penduduk. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat intensitas curah hujan di wilayah regional masih sangat tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Dampak Krisis Banjir Bangkok
Kondisi banjir Bangkok kali ini telah lumpuhkan aktivitas perkantoran dan sektor pelayanan publik di kawasan pusat kota sejak awal pekan. Berdasarkan laporan dari badan penanggulangan bencana setempat, ada beberapa fakta penting terkait krisis lingkungan ini:
- Genangan air merendam jalan protokol utama sehingga memicu kemacetan parah dan menghentikan sebagian rute transportasi massal.
- Ribuan warga di kawasan pinggiran kota terpaksa dievakuasi ke tempat pengungsian sementara akibat tinggi air yang merendam rumah mereka.
- Pemerintah daerah mengaktifkan ratusan pompa air berkapasitas besar untuk membuang genangan air langsung ke Sungai Chao Phraya.
Kebijakan Libur Khusus PNS
Sementara itu, penetapan libur khusus pada tanggal 28 dan 29 September ini diharapkan mampu mengurangi volume kendaraan di jalan raya, sehingga memudahkan petugas penanganan bencana dalam mendistribusikan logistik serta melakukan evakuasi medis darurat. Selain itu, sektor swasta juga diimbau untuk memberikan fleksibilitas kerja dari rumah bagi para karyawannya selama status darurat banjir Bangkok masih berlangsung.
Pemerintah Thailand berkomitmen untuk terus memantau perkembangan cuaca secara berkala demi memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama di tengah ancaman cuaca ekstrem yang melanda kawasan Asia Tenggara saat ini.






