KUALA LUMPUR — Suasana duka yang mendalam menyelimuti prosesi pemakaman istri tercinta mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang diwarnai air mata kesedihan mendalam. Duduk di kursi roda sambil dipasangi selang oksigen, negarawan senior tersebut tampak tak kuasa menahan kesedihannya saat mengantar jenazah sang istri ke peristirahatan terakhir. Kehadiran Mahathir Mohamad di pemakaman istri menjadi momen yang sangat emosional karena kondisi kesehatannya yang sedang menurun, sehingga menarik perhatian publik luas di Malaysia maupun dunia internasional.
Momen Haru di Pemakaman Istri Mahathir Mohamad
Prosesi pemakaman istri Mahathir Mohamad berlangsung khidmat dan dihadiri oleh kerabat dekat, para pejabat tinggi, serta masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Meskipun harus dibantu dengan alat bantu pernapasan dan didampingi tim medis, Mahathir tetap bersikeras hadir demi memberikan penghormatan terakhir kepada pendamping hidupnya. Oleh karena itu, suasana haru langsung menyelimuti area pemakaman begitu rombongan pembawa jenazah tiba di lokasi tempat peristirahatan terakhir.
- Mahathir Mohamad hadir menggunakan kursi roda dengan selang oksigen.
- Prosesi pemakaman istri dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan sejumlah tokoh penting negara.
- Suasana haru menyelimuti area pemakaman saat jenazah dimasukkan ke liang lahat.
Kondisi Kesehatan dan Dukungan Publik
Sementara itu, kondisi fisik Mahathir Mohamad yang tampak rapuh mengundang simpati yang sangat besar dari masyarakat luas di berbagai penjuru negeri. Selama puluhan tahun mendampingi perjalanan politik Malaysia, sang istri dikenal sebagai sosok yang sangat setia dan selalu berada di sisi Mahathir dalam setiap situasi. Oleh sebab itu, kepergian sang istri meninggalkan duka yang teramat dalam bagi mantan perdana menteri yang kini telah berusia lanjut tersebut.
Selain itu, berbagai ucapan belasungkawa terus mengalir deras dari para pemimpin dunia dan tokoh-tokoh penting di kawasan Asia Tenggara untuk keluarga besar Mahathir Mohamad. Pemerintah dan rakyat Malaysia turut mendoakan agar beliau diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi masa-masa sulit ini. Dengan demikian, momen pelepasan terakhir ini menjadi babak akhir yang penuh emosi dari salah satu kisah cinta politik paling ikonik di Malaysia.






