Di Balik Kesuksesan Game of Thrones, Emilia Clarke Hadapi Dua Kali Pendarahan Otak

KALTIMNEWSROOM.COM – Aktris Emilia Clarke akhirnya meluruskan kabar mengenai gaji yang diterimanya selama membintangi serial fenomenal Game of Thrones.
Clarke membantah laporan yang menyebut dirinya memperoleh bayaran hingga Rp5,3 miliar per episode pada masa puncak penayangan serial tersebut.
Dalam wawancara terbaru dengan Variety, Clarke mengatakan angka yang beredar jauh dari kenyataan.
Ia bahkan menanggapi rumor tersebut dengan nada bercanda.
“Kami gak mendapatkan sebanyak itu,” kata Clarke.
Aktris berusia 39 tahun itu kemudian menambahkan lelucon terkait besarnya angka yang selama ini beredar di publik.
“Bisakah kamu bayangkan? Saya pasti sudah mengendarai beberapa Porsche,” ujarnya sambil tertawa.
Meski menolak mengungkap jumlah pasti pendapatannya, Clarke mengakui bahwa perannya dalam serial fantasi tersebut memberinya kestabilan finansial yang signifikan.
Ia mengatakan penghasilannya mampu membantu keluarganya, termasuk melunasi utang hipotek orang tuanya.
Totalitas Memerankan Daenerys Targaryen
Selama delapan musim, Clarke memerankan tokoh Daenerys Targaryen, salah satu karakter paling populer dalam serial adaptasi karya George R. R. Martin tersebut.
Clarke mengungkapkan bahwa dirinya selalu berusaha memahami setiap keputusan yang diambil karakter yang dikenal sebagai Ibu Naga itu.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari pekerjaannya sebagai seorang aktor.
“Saya diberi peran di setiap musim, dan saya, sebisa mungkin, berempati, memahami, dan mengikuti setiap pilihan yang dia buat sehingga terasa seperti pilihan saya sendiri,” kata Clarke.
“Saya merasa itulah tugas saya,” lanjutnya.
Ia juga mengaku tidak pernah memiliki keinginan untuk terlibat dalam proses kreatif di luar akting.
Karena itu, Clarke merasa lega ketika tidak pernah ditawari posisi produser eksekutif, sebuah jabatan yang kerap diberikan kepada bintang utama serial televisi sukses.
“Selain kontribusi saya sebagai aktor, saya tidak memiliki masukan kreatif apa pun, dan saya juga tidak menginginkannya,” ujarnya.
Hadapi Pendarahan Otak dan Kehilangan Ayah
Di balik kesuksesan besar yang diraihnya, Clarke harus menghadapi berbagai cobaan pribadi selama proses syuting.
Ia mengalami dua kali pendarahan otak, masing-masing pada 2011 setelah musim pertama dan pada 2013 saat produksi musim ketiga berlangsung.
Selain masalah kesehatan, Clarke juga kehilangan ayahnya pada 2016.
Berbagai peristiwa tersebut membuat satu dekade perjalanan syuting Game of Thrones menjadi periode paling berat sekaligus paling menentukan dalam hidupnya.
Kini, Clarke mengaku telah berdamai dengan masa lalu dan memilih mensyukuri seluruh pengalaman yang ia peroleh dari serial tersebut.
“Saya telah melalui setiap jalan berliku untuk sampai ke tempat saya sekarang, yaitu akhirnya dapat sangat bersyukur atas semua yang telah diberikan Game of Thrones kepada saya,” pungkasnya. (*)