BANYUWANGI — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi mengoperasikan sebanyak 26 kapal guna mempercepat proses penguraian antrean kendaraan yang membludak di jalur penyeberangan strategis Ketapang-Gilimanuk. Langkah taktis ini diambil karena volume kendaraan mengalami peningkatan signifikan, sehingga memicu kepadatan arus lalu lintas di area pelabuhan penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali tersebut.
Langkah Cepat ASDP Urai Antrean Ketapang-Gilimanuk
Pihak manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus berupaya maksimal dalam mengoptimalkan pelayanan publik demi kenyamanan para pengguna jasa penyeberangan. Oleh karena itu, penambahan armada kapal feri menjadi solusi paling efektif untuk mengevakuasi ribuan kendaraan yang terjebak dalam antrean panjang sejak beberapa waktu terakhir. Sementara itu, petugas gabungan di lapangan juga dikerahkan secara intensif guna mengatur kelancaran jalur keluar masuk dermaga.
Selain mengoperasikan puluhan armada kapal secara kontinu, pihak pengelola pelabuhan juga memberlakukan pola operasional khusus untuk mempercepat waktu bongkar muat di setiap dermaga. Dengan demikian, sirkulasi kapal yang melayani rute pelayaran Ketapang-Gilimanuk dapat berjalan jauh lebih cepat dibandingkan hari-hari normal sebelumnya. Selain itu, koordinasi lintas instansi terus diperketat agar potensi hambatan teknis dapat diantisipasi sejak dini oleh petugas berwenang.
Fakta Operasional dan Imbauan untuk Pengguna Jasa
Berdasarkan data operasional terbaru di lapangan, berikut adalah beberapa poin penting terkait kebijakan penanganan kepadatan arus penyeberangan:
- Sebanyak 26 kapal feri siap siaga beroperasi secara bergantian selama 24 jam penuh tanpa henti.
- Pemberlakuan percepatan waktu sandar dan bongkar muat atau port time guna mendongkrak frekuensi trip pelayaran.
- Pengguna Jasa diimbau agar selalu memastikan tiket penyeberangan sudah dibeli secara online sebelum tiba di area pelabuhan.
- Pengemudi kendaraan logistik maupun pribadi diminta untuk senantiasa mematuhi arahan petugas kepolisian dan panitia di sepanjang jalur antrean.
Oleh karena itu, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan darat lintas pulau diimbau agar senantiasa merencanakan waktu keberangkatan dengan matang. Sementara itu, pihak ASDP berkomitmen untuk terus memberikan laporan berkala mengenai perkembangan situasi arus lalu lintas di pelabuhan demi menjaga transparansi informasi kepada publik secara luas.






