Advertise with Us

Nasional

Dapat Lampu HIjau dari Iran, Kemlu dan Pertamina Bahas Pembebasan 2 Kapal Tanker di Selat Hormuz

KaltimNewsroom.com – Dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping sampai saat ini masih terjebak di Selat Hormuz imbas perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Dua kapal ini yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro. 

Diketahui Pertamina Pride dioperasikan untuk pemenuhan kebutuhan energi nasional. Sedangkan Gamsunoro melayani distribusi energi untuk pihak ketiga.

Saat ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama PT Pertamina International Shipping mulai membahas teknis pembebasan dua kapal tanker.

Langkah ini setelah upaya negosiasi Indonesia mendapatkan respons positif dari Iran.


Advertise with Us

Menurut Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait di Iran untuk keselamatan kapal tanker tersebut.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl.

Menyusul respons positif yang disampaikan Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional, kata Nabyl, meski belum memberi waktu pasti kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.


Advertise with Us

Koordinasi Intensif Pertamina dan Pemerintah

PT Pertamina International Shipping (PIS) menegaskan telah berkoordinasi dengan pemerintah agar dua kapal itu dapat melintasi Selat Hormuz dengan selamat.

“PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita, Sabtu (28/3) 

Vega menyampaikan bahwa untuk saat ini, kedua kapal tersebut masih berada di Teluk Arab/Teluk Persia. Adapun yang menjadi prioritas bagi Pertamina adalah keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” ucap Vega.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia atas dukungan penuh dalam menangani situasi tersebut.

Sejak ditutupnya Selat Hormuz imbas peperangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, PIS telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kemlu. Selain itu, pihak Kemlu juga secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait.

“Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” kata Vega.

Pemantauan dan Harapan Keselamatan Kru

Sebelumnya Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menyampaikan bahwa hingga kini perusahaan terus memonitor perkembangan situasi kapal tersebut secara berkala.

Komunikasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan untuk memastikan informasi terbaru dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

Menurut Arya, langkah ini merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam memastikan operasional perusahaan tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan pekerja.

“Kami jalin komunikasi juga koordinasi tentunya saling update dan sampai saat ini kami terus memonitor perkembangan. Jadi masih dalam pengawasan terus,” ujar Arya di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Arya pun berharap kedua tanker beserta kru dapat segera kembali dengan selamat. Pertamina terus mengupayakan yang terbaik agar kapal berserta para kru bisa kembali selama ke Indonesia.

‘Tentunya ini harapan keselamatan dari aset dan juga pekerja kita yang di sana terus kami monitor dan kami upayakan yang terbaik untuk mereka,” terang Arya.

(*)


Advertise with Us

Back to top button