Di Halal Bihalal PWI Kaltim, Wali Kota Andi Harun Isi Tausiyah Bertema Jurnalisme Kenabian

KaltimNewsroom.com – Wali Kota Samarinda, Andi Harun hadiri Halal Bihalal yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur di Gedung PWI Kaltim, Jalan Biola, Samarinda, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para jurnalis untuk mempererat silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus melakukan refleksi terhadap peran media di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Sejumlah wartawan dari berbagai media hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka tampak saling bersalaman, berbagi cerita, dan mempererat hubungan profesional yang selama ini terjalin.
Tidak hanya sekadar ajang temu kangen, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi mengenai tantangan dunia jurnalistik ke depan.
Wali Kota Samarinda Tekankan Peran Strategis Media
Pada kesempatan ini, Andi Harun hadir dan membawakan tausiyah bertema Jurnalisme Kenabian.
Ia menekankan bahwa peran media sangat strategis dalam menjaga stabilitas daerah, terlebih menjelang rencana aksi damai yang akan berlangsung pada 21 April mendatang.
Menurutnya, media memiliki posisi penting sebagai penghubung antara sumber informasi dan masyarakat luas. Oleh karena itu, narasi yang dibangun oleh media sangat berpengaruh terhadap suasana di tengah masyarakat.
“Media adalah jembatan informasi. Jika narasi yang disampaikan sejuk, maka kondisi masyarakat juga akan lebih tenang. Sebaliknya, jika informasi yang disajikan provokatif tanpa dasar yang kuat, maka bisa memicu keresahan,” ujar Andi Harun.
Ia juga mengajak insan pers untuk tetap menjaga keseimbangan antara fungsi kritis dan tanggung jawab sosial. Dalam pandangannya, media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
“Tidak semua kebijakan pemerintah itu benar. Di situlah media hadir untuk memberikan kritik yang konstruktif, sehingga kebijakan yang diambil bisa lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Lebih jauh, Andi Harun mengaitkan praktik jurnalistik dengan nilai-nilai keagamaan. Ia menyinggung ajaran dalam Surah Al-Hujurat ayat 12 yang melarang prasangka buruk, mencari-cari kesalahan, dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan prinsip jurnalistik modern, terutama dalam menjaga akurasi dan etika pemberitaan. Ia menyebut konsep jurnalisme kenabian sebagai pendekatan yang mengedepankan nilai sidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), dan fathonah (cerdas).
Selain itu, ia juga menekankan peran jurnalis sebagai muhassin yang mampu menghadirkan solusi, serta muwahid yang berperan dalam memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang beragam.
“Jurnalis tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga harus mampu memberi arah dan solusi. Media harus menjadi perekat, bukan justru memperuncing perbedaan,” jelasnya.
PWI Kaltim Tekankan Profesionalisme Jurnalis
Sementara itu, Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin menyambut baik tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai konsep jurnalisme kenabian sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana arus informasi berkembang sangat cepat dan tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan.
“Jurnalisme bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi juga membawa misi kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan. Ini yang harus terus dijaga oleh insan pers,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan Halal Bihalal ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan menghasilkan ekosistem informasi yang sehat dan bermanfaat bagi publik.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dalam bekerja, termasuk dalam menghadapi tekanan dan dinamika yang kerap muncul di lapangan. Wartawan dituntut untuk tetap berpegang pada kode etik jurnalistik serta mengedepankan verifikasi dalam setiap pemberitaan.
Kegiatan tersebut ditutup dengan suasana penuh kehangatan, di mana para peserta saling bermaafan dan berkomitmen untuk terus menjaga integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menciptakan suasana yang kondusif dan membangun di tengah masyarakat.
(*)


