TERKINI
Daerah

DKPP Samarinda Waspadai Dampak Kabut Asap terhadap Kesehatan Hewan Ternak

Ilustrassi hewan ternak di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 
Ilustrassi hewan ternak di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 

KaltimNewsroom.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Samarinda mewaspadai potensi gangguan kesehatan hewan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kemarau panjang yang memicu keterbatasan air bagi peternak.

Selain menjaga pelayanan kesehatan hewan, DKPP juga menyalurkan bantuan sarana pengadaan air untuk mendukung kebutuhan ternak di kawasan Makroman.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) DKPP Kota Samarinda, Maskuri, mengungkapkan bahwa paparan kabut asap berpotensi memengaruhi kondisi fisik hewan, terutama sistem pernapasan.

Dampak tersebut dapat mengancam hewan peliharaan maupun ternak, sebagaimana risiko yang dihadapi manusia ketika terpapar kualitas udara yang memburuk.

“Kalau terdampak hewan peliharaan sama hewan ternak terhadap kasus yang terbaru ini kondisi asap, segala macam, pasti ada dampaknya. Minimal dampak pada pernapasan pasti sama sih seperti manusia,” ujar Maskuri.

Klinik Hewan Tetap Layani Masyarakat

DKPP Samarinda terus menjalankan pelayanan kesehatan melalui klinik hewan milik pemerintah. Saat ini, petugas masih menangani kebutuhan rutin, seperti pemberian vitamin serta pengobatan penyakit umum pada anjing dan kucing.

Klinik juga melayani berbagai kasus lain, termasuk cedera fisik dan patah kaki pada hewan peliharaan.

Namun, hingga kini, pihaknya belum menemukan kasus gangguan pernapasan yang secara khusus berkaitan dengan paparan kabut asap.

“Penyakit khusus yang pernapasan tidak ada,” jelasnya.

Maskuri mengatakan bahwa DKPP Samarinda belum melakukan evaluasi maupun pemantauan khusus untuk mengukur dampak langsung dan tidak langsung karhutla terhadap kesehatan hewan.

Untuk sementara, petugas masih menunggu laporan masyarakat apabila menemukan gangguan kesehatan pada hewan peliharaan maupun ternak.

Antisipasi Gangguan Pernapasan pada Hewan

Meski belum menemukan kasus khusus, DKPP Samarinda tetap memperhatikan sejumlah faktor yang berpotensi mengganggu sistem pernapasan hewan.

Selain asap tebal yang umumnya muncul pada pagi dan sore hari, kondisi udara di dalam kandang, termasuk potensi peningkatan gas amoniak pada malam hari, juga menjadi perhatian.

Maskuri menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab gangguan pernapasan yang berpotensi muncul, apakah berasal dari paparan asap atau peningkatan kadar gas amoniak di kandang.

“Tapi memang itu terjadi, tapi kita belum melihat apakah itu karena gas amoniak atau karena asap,” tambahnya.

Sebagai langkah penanganan, klinik hewan DKPP Samarinda menyiapkan tindakan medis bagi hewan yang mengalami gangguan pernapasan, termasuk pengasapan dan bantuan pernapasan menggunakan Bisolvon sesuai kebutuhan medis.

Salurkan Mesin Penyedot Air untuk Peternak

Di samping mewaspadai dampak kabut asap, DKPP Samarinda juga mengambil langkah untuk membantu peternak menghadapi keterbatasan air selama kemarau panjang.

Melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), DKPP menyalurkan bantuan berupa mesin penyedot air dan selang sepanjang 100 meter kepada peternak babi di kawasan Makroman. Sarana tersebut membantu peternak mengalirkan air sungai menuju kandang guna memenuhi kebutuhan ternak.

Maskuri menjelaskan bahwa DKPP memprioritaskan bantuan tersebut bagi peternak babi karena ketersediaan air menjadi kebutuhan vital dalam pemeliharaannya. Sementara itu, peternak sapi dan kambing belum mendapatkan intervensi serupa karena belum mengalami dampak yang sama.

“Karena kita tahu bahwa kebutuhan air dalam ternak babi itu sangat vital. Jadi itu sementara prioritas kita untuk ternak-ternak sapi, kambing belum kita intervensi, karena belum terdampak,” pungkasnya.

(*)

Ringkasan Cepat

  • KaltimNewsroom.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Samarinda mewaspadai potensi gangguan kesehatan hewan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan…
  • Selain menjaga pelayanan kesehatan hewan, DKPP juga menyalurkan bantuan sarana pengadaan air untuk mendukung kebutuhan ternak di kawasan Makroman.
  • Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) DKPP Kota Samarinda, Maskuri, mengungkapkan bahwa paparan kabut asap berpotensi memengaruhi kondisi fisik hewan, terutama…
LHS
LHS Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua