Advertise with Us

Nasional

Kowani Dukung Tempe Jadi Warisan Budaya Dunia Lewat Aksi Jalan Sehat

JAKARTA – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengambil langkah nyata dalam melestarikan budaya bangsa dengan menggelar aksi jalan sehat bertajuk fun walk 10.000 langkah. Kegiatan ini bertujuan utama untuk menggaungkan gerakan Tempe Indonesia Goes to UNESCO ke kancah internasional. Melalui inisiatif ini, Kowani menegaskan bahwa tempe bukan sekadar bahan pangan murah, melainkan identitas kultural yang memiliki nilai filosofis dan ekonomi yang tinggi bagi bangsa Indonesia.

Ketua Umum Kowani, Nannie Hadi Tjahjanto, menyampaikan bahwa organisasi perempuan tertua di Indonesia ini memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal pendaftaran tempe sebagai Warisan Budaya Takbenda. Menurutnya, keterlibatan kaum perempuan sangat krusial karena ibu rumah tangga merupakan garda terdepan dalam menjaga konsumsi pangan sehat di keluarga. Aksi jalan sehat yang menempuh rute strategis dari halaman Kantor Kowani ini menjadi simbol perjalanan panjang tempe dari meja makan rakyat menuju panggung dunia.

Filosofi Tempe dan Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Tempe merepresentasikan ketangguhan dan kesederhanaan masyarakat Indonesia. Dalam perspektif Kowani, pengembangan potensi tempe dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif bagi perempuan. Nannie Hadi Tjahjanto menekankan bahwa sektor ini mampu membuka peluang usaha mikro yang luas, sehingga kemandirian finansial keluarga dapat tercapai melalui pengolahan pangan lokal yang inovatif.

Selain aspek ekonomi, gerakan ini juga mempromosikan gaya hidup sehat. Dengan mengombinasikan konsumsi protein nabati berkualitas dari tempe dan aktivitas fisik seperti jalan kaki, masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup secara signifikan. Program ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menekan angka stunting melalui pemanfaatan protein lokal yang terjangkau namun kaya nutrisi.

  • Edukasi Gizi: Sosialisasi manfaat tempe sebagai superfood asli Indonesia.
  • Pemberdayaan Ekonomi: Pelatihan pengolahan tempe bagi UMKM binaan Kowani.
  • Diplomasi Budaya: Mengumpulkan dukungan publik untuk pengakuan UNESCO Intangible Cultural Heritage.
  • Kesehatan Publik: Mengampanyekan jalan kaki 10.000 langkah sebagai standar kebugaran harian.

Langkah Strategis Menuju Pengakuan Internasional UNESCO

Pemerintah Indonesia melalui berbagai kementerian saat ini tengah memperkuat dokumen nominasi tempe untuk diserahkan kepada komite UNESCO. Kowani berperan sebagai akselerator yang menggalang dukungan dari akar rumput agar klaim budaya ini didukung oleh bukti nyata partisipasi masyarakat. Pengakuan internasional tersebut nantinya diharapkan dapat melindungi hak kekayaan intelektual atas proses fermentasi kedelai tradisional yang khas Indonesia.


Advertise with Us

Aksi ini juga merupakan kelanjutan dari program penguatan pangan lokal yang sebelumnya telah diinisiasi oleh berbagai organisasi perempuan di tanah air. Dengan semakin kuatnya dukungan publik, posisi tawar Indonesia dalam diplomasi kuliner global akan semakin diperhitungkan. Kowani optimis bahwa pada tahun 2026, tempe akan resmi bersanding dengan batik dan wayang sebagai warisan dunia yang diakui secara legal.

Lebih lanjut, Kowani berencana untuk terus mengadakan rangkaian acara serupa di berbagai daerah untuk memastikan pesan pelestarian ini sampai ke seluruh penjuru negeri. Semangat 10.000 langkah ini bukan hanya soal jarak tempuh fisik, melainkan langkah besar menuju kedaulatan pangan dan pengakuan identitas nasional di mata dunia.


Advertise with Us


Advertise with Us

Back to top button