
KALTIMNEWSROOM.COM – Dua ledakan mengguncang perairan lepas pantai Pulau Qeshm, Iran, yang berada di kawasan strategis Selat Hormuz, Minggu (13/9/2026).
Media pemerintah Iran melaporkan suara ledakan tersebut terdengar dari arah laut dan muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa warga di Pulau Qeshm mendengar dua suara ledakan dalam waktu berdekatan.
“Beberapa menit yang lalu, suara dua ledakan terdengar di Pulau Qeshm, yang berasal dari arah laut,” demikian laporan IRNA seperti dikutip AFP.
Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat
Insiden tersebut terjadi ketika ketegangan militer di sekitar Selat Hormuz terus meningkat.
Jalur perairan yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman itu menjadi salah satu kawasan paling strategis bagi perdagangan energi dunia.
Dalam beberapa pekan terakhir, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal tanker minyak yang melintasi kawasan tersebut.
Tindakan itu meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan pelayaran dan distribusi minyak melalui jalur strategis tersebut.
Iran juga menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk.
Teheran menyebut serangan itu sebagai respons terhadap operasi militer AS yang menargetkan sejumlah lokasi di Iran.
AS Perketat Blokade Pelabuhan Iran
Amerika Serikat juga mengambil tindakan terhadap kapal-kapal yang berusaha menembus blokade yang diberlakukan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Langkah tersebut semakin memperbesar risiko konfrontasi di kawasan Teluk.
Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi resmi mengenai penyebab dua ledakan di lepas pantai Pulau Qeshm, termasuk apakah ledakan berkaitan dengan aktivitas militer, kapal yang melintas, atau insiden lain.
Situasi di sekitar Selat Hormuz kini menjadi perhatian internasional karena gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi menghambat pengiriman minyak dan memengaruhi pasar energi global. (*)


