TERKINI
Daerah

Rudianto Amirta Menang 74 Suara, Abdunur 64 Suara di Pemilihan Rektor Unmul

Foto: Tiga calon rektor Universitas Mulawarman yang telah ditetapkan. Prof. Rudianto Amirta terpilih sebagai Rektor Unmul 2026-2030./ Ist

KALTIMNEWSROOM.COM – Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2026-2030 menghasilkan Prof. Dr. Rudianto Amirta sebagai peraih suara terbanyak. Dalam pemungutan suara Senat Unmul, Rabu (30/9/2026), Rudianto mengumpulkan 74 suara.

Prof. Abdunur berada di posisi berikutnya dengan 64 suara, sedangkan Prof. Pahrul Agus tidak memperoleh suara.

Ketua Senat Unmul, Prof. Ir. Haviluddin, menjelaskan bahwa senat menggelar pemilihan secara tertutup sesuai aturan internal universitas dan regulasi kementerian.

“Pemilihan rektor ini memang rapat tertutup senat, sesuai dengan peraturan senat dan peraturan kementerian. Yang berhak memilih adalah seluruh anggota senat yang memiliki hak suara,” kata Haviluddin setelah pemilihan.

90 Anggota Senat Ikuti Pemilihan Rektor Unmul

Haviluddin menyebut Senat Unmul memiliki 91 anggota. Dari jumlah tersebut, 90 anggota hadir dan menggunakan hak suara dalam pemilihan.

Satu anggota senat tidak dapat hadir karena sedang berduka setelah ibunya meninggal dunia.

Mekanisme pemilihan juga melibatkan suara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan bobot 35 persen. Sementara suara senat memiliki bobot 65 persen.

“Jumlah anggota senat yang ada totalnya 91, tetapi yang hadir 90 orang. Kemudian 35 persen dari 90 itu adalah 48 suara, ditambah 65 persen suara senat. Sehingga totalnya ada 138 suara,” jelas Haviluddin.

Senat Hitung Suara Secara Terbuka

Sebelum pemungutan suara, senat menjelaskan mekanisme pemilihan kepada seluruh anggota yang hadir. Setelah itu, anggota senat memberikan suara secara bergantian berdasarkan daftar yang tersedia.

Panitia kemudian mengumpulkan surat suara ke dalam kotak suara. Setelah pemungutan selesai, panitia membuka dan menghitung suara secara terbuka dengan disaksikan panitia serta perwakilan anggota senat.

“Proses perhitungan dihitung dan terbuka, transparan. Ada saksi dari panitia dua orang dan dari anggota senat sendiri,” ujarnya.

Hasil penghitungan menetapkan Rudianto Amirta memperoleh 74 suara, Abdunur 64 suara, dan Pahrul Agus nol suara.

Hasil Penyaringan Tidak Masuk Perhitungan

Haviluddin menegaskan senat tidak menjumlahkan hasil pemilihan dengan perolehan suara pada tahap penyaringan calon rektor.

Pada tahap penyaringan sebelumnya, Abdunur memperoleh 65 suara, Rudianto Amirta 24 suara, dan Pahrul Agus satu suara.

“Yang kemarin itu penyaringan. Jadi penyaringan itu misalkan ada bakal calon rektor, kemudian disaring menjadi tiga calon rektor. Itu proses penyaringan. Hari ini pemilihan sendiri dan tidak digabung dengan suara yang kemarin,” tegasnya.

Menurut Haviluddin, perbedaan perolehan suara pada kedua tahapan tersebut terjadi karena senat menjalankan proses dan mekanisme yang berbeda.

Pemilihan Rektor Unmul Jaga Kerahasiaan Suara

Haviluddin menjelaskan pemilihan berlangsung secara tertutup sehingga senat tidak mengetahui pilihan masing-masing anggota. Senat hanya mengetahui hasil akhir perolehan suara setiap calon.

“Misalnya Prof. Pahrul adalah calon juga, kemudian beliau memperoleh nol. Artinya beliau melemparkan suara ini entah ke calon kedua atau calon ketiga, kita tidak tahu. Karena sifatnya tertutup,” katanya.

Haviluddin juga menyebut senat menjalankan ketentuan Peraturan Nomor 19 Tahun 2017 dan 21 Tahun 2021 sebagai dasar pelaksanaan pemilihan.

“Posisi kami di senat, saya bersama ketua dan sekretaris, melaksanakan Peraturan Nomor 19 Tahun 2017 dan 21 Tahun 2021. Itu saja yang kami laksanakan,” ujarnya.

Rudianto Amirta Masuk Tahap Penetapan Rektor

Haviluddin mengatakan proses pemilihan berlangsung kondusif. Ia menyebut ketiga calon tetap menjaga hubungan baik selama seluruh rangkaian pemilihan.

“Kalau lihat kondisi di dalam tadi, banyak ketawa, bercanda antara tiga calon, salaman, pelukan. Ini biasa. Dari awal saya tegaskan, siapa pun yang menjadi rektor, pasti saudaranya kita, orang Unmul sendiri,” katanya.

Dengan hasil tersebut, Rudianto Amirta terpilih sebagai Rektor Unmul periode 2026-2030. Unmul selanjutnya akan menjalankan tahapan penetapan sesuai mekanisme yang berlaku.

Haviluddin menegaskan senat telah menjalankan seluruh rangkaian pemilihan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Yang penting proses pemilihannya hari ini berjalan dengan baik,” pungkasnya.

(Redaksi)

Ringkasan Cepat

  • KALTIMNEWSROOM.COM - Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2026-2030 menghasilkan Prof.
  • Rudianto Amirta sebagai peraih suara terbanyak.
  • Dalam pemungutan suara Senat Unmul, Rabu (30/9/2026), Rudianto mengumpulkan 74 suara.
vns
vns Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua