
KaltimNewsroom.com – Penguatan peran kader menjadi salah satu langkah Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Samarinda dalam meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang menyasar kader TP PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan. Kegiatan turut dirangkai dengan penyaluran aspirasi masyarakat serta penyerahan bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan program di lapangan.
Wakil Ketua I TP PKK Kota Samarinda, EL. Nova Saefuddin Zuhri, mengatakan penguatan kapasitas kader penting dilakukan karena mereka merupakan ujung tombak yang berhadapan langsung dengan masyarakat, bahkan hingga tingkat keluarga.
Menurut Nova, kader PKK memiliki peran yang lebih luas dibandingkan sekadar menjalankan kegiatan organisasi. Mereka turut menjadi bagian penting dalam mendorong keberhasilan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“PKK bukan hanya organisasi yang hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi merupakan salah satu kekuatan penting dalam menggerakkan masyarakat sampai ke tingkat keluarga,” ujar Nova.
Ia menilai penguatan kapasitas kader perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan pemahaman dan kemampuan yang semakin baik, kader diharapkan mampu memberikan pelayanan sekaligus menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing.
Posyandu Jadi Ruang Pelayanan Masyarakat
Nova juga menekankan pentingnya peran kader dalam mendukung Posyandu 6 SPM. Menurutnya, kader merupakan ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Karena itu, kader diharapkan tidak hanya memahami tugas administratif, tetapi juga mampu membangun komunikasi dengan masyarakat serta mengidentifikasi kebutuhan warga di lingkungannya.
“Terlebih lagi dalam mendukung Posyandu 6 SPM, peran kader sangat strategis. Kader adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan keluarga,” katanya.
Selain penguatan kader, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Nova berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan komunikasi dan evaluasi antara masyarakat, kader PKK, pemerintah kecamatan maupun kelurahan.
“Harapan kami, penyaluran aspirasi masyarakat ini dapat menjadi ruang komunikasi yang baik dan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat ke depan,” ujarnya.
Bantuan Sarana Diminta Dimanfaatkan
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK kecamatan dan kelurahan juga menerima bantuan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan.
Nova meminta bantuan yang telah disalurkan benar-benar digunakan untuk mendukung aktivitas kader dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan agar fasilitas tersebut tidak sekadar disimpan atau menjadi pajangan, tetapi dimanfaatkan secara optimal.
“Jangan sampai bantuannya sudah diberikan, tetapi bingung mau ditaruh di mana. Kalau bisa, sarana-prasarana ini jangan hanya menjadi pajangan, tetapi harus menjadi senjata kader untuk bekerja lebih maksimal,” tegasnya.
Nova berharap sinergi antara pemerintah, TP PKK, kader Posyandu, Dasawisma, RT dan masyarakat dapat terus diperkuat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci agar berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kota Samarinda dapat berjalan lebih efektif.
“Apabila pemerintah, TP PKK, kader Posyandu, Dasawisma, RT serta masyarakat dapat bergerak bersama, maka berbagai program pembangunan di Kota Samarinda akan semakin kuat dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” pungkas Nova.
(*)


