Wakil Wali Kota Samarinda Tutup Program Penanganan Stunting Tahap VI, Tekankan Pentingnya Kolaborasi

KaltimNewsroom.com – Upaya menekan angka stunting di Kota Samarinda terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Kota Samarinda bersama PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) Branch Samarinda menutup Program Penanganan Stunting Tahap VI di Aula Kecamatan Palaran, Jalan Ampera, Selasa (28/7).
Program tersebut menjadi salah satu wujud nyata kepedulian bersama dalam memastikan anak-anak Samarinda mendapatkan hak tumbuh dan berkembang secara optimal.
Pemerintah tidak hanya mengandalkan program pelayanan publik, tetapi juga menggandeng dunia usaha untuk memperluas dampak pencegahan stunting hingga ke tingkat keluarga.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak.
Menurutnya, kondisi tersebut berhubungan erat dengan kualitas sumber daya manusia karena dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, kesehatan, hingga produktivitas seseorang di masa depan.
“Karena itu, mencegah stunting sejatinya adalah menyiapkan masa depan daerah,” ujarnya.
Pemkot Samarinda Perkuat Intervensi
Saefuddin menjelaskan, Pemkot Samarinda terus menjalankan berbagai langkah strategis untuk mencegah stunting. Upaya tersebut mencakup pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, edukasi pola asuh, penyediaan sanitasi dan air bersih, hingga penguatan ketahanan keluarga.
Namun, ia menilai keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, akademisi, organisasi masyarakat, komunitas, serta masyarakat luas memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Saefuddin juga memberikan apresiasi kepada Alfamidi Branch Samarinda yang kembali mengambil bagian dalam Program Penanganan Stunting Tahap VI. Menurutnya, kontribusi perusahaan tidak hanya berupa bantuan nutrisi, tetapi juga mendorong peningkatan pemahaman keluarga tentang pentingnya gizi seimbang, pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan rutin, dan pengasuhan berkualitas.
“Setiap anak yang berhasil kita cegah dari stunting adalah harapan baru bagi masa depan Samarinda. Setiap keluarga yang semakin memahami pentingnya kesehatan dan gizi merupakan modal sosial yang sangat berharga,” katanya.
Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi gerakan bersama yang menjangkau lebih banyak keluarga di Kota Tepian.
“Mari bersama-sama kita jaga dan persiapkan generasi Samarinda hari ini, karena dari merekalah masa depan kota ini akan dibangun,” pungkasnya.
Angka Stunting Samarinda Turun, Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani, M.Si., menyampaikan bahwa angka prevalensi stunting di Kota Samarinda terus mengalami penurunan.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan e-PPGBM, angka stunting berhasil ditekan dari 24,7 persen pada 2020 menjadi 17,13 persen pada 2025.
Deasy menyebut penurunan tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak dalam menjalankan program pencegahan dan pendampingan keluarga berisiko stunting.
“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Meski demikian, pendampingan terhadap keluarga berisiko tetap harus diperkuat agar semakin banyak anak dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Program GENTING Perluas Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting
Pemkot Samarinda juga terus mendorong pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang berfokus pada pendampingan keluarga berisiko stunting, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Sepanjang 2025, Program GENTING di Samarinda telah menjangkau 2.771 penerima manfaat dari 2.126 keluarga sasaran yang tersebar di 10 kecamatan.
Program tersebut berjalan melalui dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, organisasi masyarakat, komunitas, hingga donatur perseorangan. Total bantuan yang berhasil dihimpun mencapai Rp352,6 juta.
Sepanjang 2025, Program GENTING di Samarinda telah menjangkau 2.771 penerima manfaat dari 2.126 keluarga sasaran yang tersebar di 10 kecamatan. Melalui kolaborasi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, organisasi masyarakat, komunitas, hingga donatur perseorangan, bantuan yang berhasil dihimpun mencapai Rp352,6 juta.
Pada 2026, Alfamidi Branch Samarinda turut memberikan bantuan nutrisi selama enam bulan, mulai Februari hingga Juli, kepada 25 penerima manfaat yang terdiri atas enam baduta, lima ibu menyusui, sepuluh ibu hamil, dan empat balita. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp18 juta.
(*)


