TERKINI
Ekonomi

Strategi Wayan Koster Perkuat Ekonomi Kreatif Bali Melalui Hilirisasi Produk Budaya

Wayan Koster saat memaparkan capaian ekonomi kreatif berbasis budaya Bali pada acara penutupan Bulan Bung Karno di Denpasar. (Foto: nasional.tempo.co)

DENPASAR – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster, secara gamblang memaparkan visi besar mengenai transformasi ekonomi Pulau Dewata yang kini mulai beralih ke sektor ekonomi kreatif berbasis budaya. Di hadapan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Koster menegaskan bahwa masa depan kesejahteraan masyarakat Bali tidak boleh lagi hanya bergantung sepenuhnya pada sektor pariwisata massal yang rentan terhadap guncangan eksternal. Langkah konkret ini tecermin dalam penguatan hilirisasi komoditas lokal yang kini mulai mendunia, seperti Arak Bali dan Kopi Kintamani.

Pemaparan ini menjadi momentum krusial pada penutupan perayaan Bulan Bung Karno 2026. Koster menilai bahwa semangat berdikari secara ekonomi yang diajarkan Bung Karno harus diimplementasikan melalui perlindungan hukum dan pengembangan produk lokal. Melalui regulasi yang tepat, produk-produk rakyat yang dulunya dianggap marginal kini naik kelas dan menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

Transformasi Hilirisasi Produk Unggulan Bali

Salah satu poin utama dalam paparan tersebut adalah keberhasilan Arak Bali menembus pasar internasional. Koster menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan landasan hukum yang kuat untuk melindungi para perajin tradisional. Dengan legalitas yang jelas, Arak Bali tidak hanya menjadi minuman seremonial, tetapi juga komoditas industri kreatif yang mampu bersaing dengan minuman impor di hotel-hotel berbintang.

  • Peningkatan standar mutu dan kemasan produk tradisional agar sesuai dengan standar ekspor.
  • Pemberdayaan koperasi petani lokal untuk memutus mata rantai tengkulak yang merugikan.
  • Integrasi produk ekonomi kreatif dengan industri pariwisata sebagai rantai pasok utama.
  • Pemanfaatan platform digital untuk pemasaran produk UMKM Bali ke pasar global.

Selain arak, Kopi Kintamani juga menjadi sorotan dalam strategi ini. Koster mendorong para petani untuk tidak lagi menjual biji kopi mentah, melainkan melakukan proses pengolahan hingga menjadi produk siap konsumsi. Hilirisasi ini terbukti memberikan nilai tambah ekonomi yang jauh lebih tinggi bagi masyarakat lokal, sekaligus memperkuat identitas geografis kopi Bali di mata dunia.

Visi Ekonomi Kerthi Bali dan Kemandirian Bangsa

Visi yang diusung Koster ini merupakan bagian dari konsep besar ‘Ekonomi Kerthi Bali’. Model ekonomi ini menitikberatkan pada keseimbangan antara pembangunan manusia, pelestarian alam, dan pemuliaan kebudayaan. Koster meyakini bahwa Bali memiliki modal sosial yang sangat kuat untuk menjadi pusat ekonomi kreatif di Indonesia, asalkan dikelola dengan prinsip kedaulatan ekonomi.

Upaya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang terus mendorong diversifikasi sektor ekonomi di daerah destinasi wisata. Dengan memperkuat fundamental ekonomi kreatif, Bali diharapkan memiliki daya tahan yang lebih kuat saat menghadapi fluktuasi ekonomi global.

Analisis Keberlanjutan Ekonomi Pasca-Pandemi

Melihat kembali sejarah kebijakan sebelumnya, langkah Koster ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari program penguatan industri kerajinan rakyat yang telah dirintis sejak masa jabatannya sebagai Gubernur. Jika pada artikel terdahulu kita membahas mengenai perlindungan kain tenun ikat Endek Bali, maka saat ini fokusnya telah meluas pada sektor pangan dan minuman olahan. Sinergi antara perlindungan hak kekayaan intelektual dan insentif bagi pelaku UMKM menjadi kunci sukses dari transformasi ini.

Pemerintah Provinsi Bali terus berkomitmen menyediakan ruang bagi anak muda kreatif untuk berinovasi. Penggunaan teknologi dalam proses produksi tradisional tidak hanya mempercepat output, tetapi juga menjaga presisi kualitas yang dibutuhkan oleh pasar internasional. Koster optimistis bahwa jika strategi ini konsisten dijalankan, Bali akan menjadi contoh nyata bagaimana kebudayaan bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang menyejahterakan sekaligus berkelanjutan.

Ringkasan Cepat

  • DENPASAR - Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster, secara gamblang memaparkan visi besar mengenai transformasi ekonomi Pulau Dewata yang kini…
  • Di hadapan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Koster menegaskan bahwa masa depan kesejahteraan masyarakat Bali tidak boleh lagi hanya bergantung sepenuhnya pada…
  • Langkah konkret ini tecermin dalam penguatan hilirisasi komoditas lokal yang kini mulai mendunia, seperti Arak Bali dan Kopi Kintamani.
Sandy
Sandy Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua