Harapan Baru Konektivitas Udara Kota Kembang
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports membawa kabar segar bagi industri penerbangan di Jawa Barat. Perusahaan pelat merah ini mengonfirmasi telah menerima pengajuan resmi dari enam maskapai yang berencana membuka kembali rute penerbangan komersial melalui Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Langkah strategis ini menandai potensi kembalinya geliat udara di jantung Kota Bandung setelah sebelumnya sebagian besar operasional dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka.
Reaktivasi ini bukan sekadar urusan teknis penerbangan, melainkan sebuah respons terhadap tingginya permintaan pasar. Banyak pelaku usaha dan wisatawan yang merindukan akses langsung ke pusat kota Bandung melalui transportasi udara. Kehadiran enam maskapai tersebut menunjukkan bahwa nilai komersial Bandara Husein Sastranegara tetap tinggi, terutama untuk rute domestik jarak pendek dan menengah. Namun, pihak pengelola bandara memastikan bahwa rencana ini tetap akan menyelaraskan pembagian peran dengan Bandara Kertajati agar tidak terjadi tumpang tindih fungsi yang merugikan salah satu pihak.
Sinergi Antara Bandara Husein Sastranegara dan Kertajati
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus mengkaji format terbaik dalam mengelola dua pintu masuk udara di Jawa Barat ini. Pengamat penerbangan menilai bahwa Bandara Husein Sastranegara sangat ideal untuk melayani pesawat jenis propeller (baling-baling) atau pesawat jet dengan kapasitas tertentu yang melayani rute regional. Di sisi lain, Bandara Kertajati akan tetap memegang peran utama untuk penerbangan internasional dan pesawat berbadan lebar (wide body).
Berikut adalah beberapa poin penting terkait rencana pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara:
- Pemanfaatan kembali infrastruktur yang sudah ada untuk meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
- Memfasilitasi maskapai yang ingin menyasar segmentasi penumpang bisnis dan premium dengan waktu tempuh yang lebih efisien menuju pusat kota.
- Mendukung ekosistem pariwisata Bandung yang sempat terdampak akibat keterbatasan akses udara langsung.
- Menciptakan ekosistem hub-and-spoke yang terintegrasi antara Bandung dan bandara pengumpul lainnya di Indonesia.
Daftar Rencana Maskapai dan Potensi Rute Domestik
Meskipun identitas keenam maskapai tersebut belum secara terperinci dibuka ke publik, spekulasi kuat mengarah pada operator yang selama ini memiliki basis penumpang kuat di Jawa Barat. InJourney Airports saat ini sedang melakukan evaluasi mendalam terkait aspek keamanan dan keselamatan penerbangan (safety and security review). Evaluasi ini sangat krusial mengingat lokasi Bandara Husein Sastranegara yang berada di area padat penduduk dan memiliki keterbatasan panjang landasan pacu (runway).
Langkah reaktivasi ini diharapkan mampu memicu efek domino bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Sektor perhotelan, UMKM kreatif, hingga jasa transportasi darat di Bandung diprediksi akan mengalami lonjakan permintaan jika rute-rute populer seperti Bandung-Surabaya, Bandung-Denpasar, atau Bandung-Medan kembali aktif. Masyarakat dapat memantau perkembangan regulasi terbaru mengenai transportasi udara melalui situs resmi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Dampak Ekonomi dan Masa Depan Pariwisata Jawa Barat
Secara historis, Bandara Husein Sastranegara adalah urat nadi utama pariwisata Jawa Barat sebelum era pandemi dan pengalihan ke Kertajati. Senior Editor kami menilai bahwa keputusan menghidupkan kembali operasional komersial di sini adalah langkah pragmatis yang tepat. Hal ini mengingat tantangan aksesibilitas menuju Kertajati yang meski sudah terbantu tol Cisumdawu, tetap memerlukan opsi alternatif yang lebih dekat bagi warga Bandung Raya.
Ke depannya, keberlanjutan operasional ini sangat bergantung pada kebijakan pemerintah pusat dalam mengatur slot penerbangan. Keselarasan antara Bandara Husein dan Kertajati akan menjadi kunci apakah Jawa Barat mampu menjadi pusat logistik dan pariwisata udara terbesar di Indonesia. Dengan dukungan enam maskapai yang sudah ‘antre’, optimisme kembalinya kejayaan udara Kota Kembang kini tinggal menunggu lampu hijau final dari otoritas penerbangan nasional.






