Helmi Ajak Calon Paskibraka Samarinda Jadi Pelopor Demokrasi dan Pemimpin Masa Depan

Hal itu disampaikan Helmi saat memberikan pembekalan kepada calon Paskibraka Kota Samarinda tahun 2026 di Samarinda, Sabtu.
Dalam paparannya, Helmi menegaskan generasi muda menjadi faktor utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan kepemimpinan.
Ia menyebut sekitar 60 persen penduduk Indonesia saat ini berasal dari kelompok usia muda. Kondisi tersebut menjadi modal besar untuk mempercepat pembangunan apabila diimbangi dengan kemampuan literasi dan penguasaan teknologi digital.
“Pada pemilu mendatang, pemilih muda diproyeksikan akan menyumbang hingga 50 persen dari total partisipasi suara. Angka ini akan sangat menentukan arah pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujar Helmi.
Menurutnya, tahun 2045 akan menjadi momentum penting ketika Indonesia memasuki usia 100 tahun. Pada saat itu, generasi muda saat ini akan berada pada usia produktif dan matang untuk memimpin berbagai sektor.
“Pada tahun 2045, kita akan menuju generasi emas. Artinya, jika umur adik-adik hari ini rata-rata 16 atau 17 tahun, maka 20 tahun lagi kalian akan berada di usia kurang lebih 35 hingga 40 tahun. Itu adalah usia matang dan masa bagi generasi emas Indonesia untuk memimpin bangsa,” katanya.
Helmi Tekankan Demokrasi Harus Berlandaskan Pancasila
Selain membahas kepemimpinan, Helmi mengingatkan pentingnya memahami demokrasi sebagai budaya kehidupan berbangsa, bukan sekadar mekanisme politik.
Menurutnya, Demokrasi Pancasila harus menjunjung tinggi nilai agama, menghormati hak asasi manusia, serta mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat. Ia juga menegaskan demokrasi tidak boleh memberi ruang bagi dominasi kelompok mayoritas maupun tirani terhadap kelompok minoritas.
“Setiap keputusan juga diwajibkan untuk berorientasi pada pemerataan keadilan sosial demi kesejahteraan seluruh rakyat,” jelasnya.
Calon Paskibraka Diminta Bijak Bermedia Sosial
Helmi juga menyoroti tantangan demokrasi di era digital. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun bersikap apatis terhadap politik.
Sebaliknya, ia mendorong para calon Paskibraka memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi politik serta menolak segala bentuk praktik politik uang.
Selain itu, Helmi mengajak peserta untuk membangun karakter melalui kedisiplinan, memperbanyak membaca, memperluas pergaulan yang positif, dan aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan. Ia bahkan mendorong mereka berpartisipasi sebagai penyelenggara pemilu, seperti menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
“Kepintaran akademis memang penting, namun kedisiplinan dan keaktifan sosial merupakan syarat mutlak untuk membentuk karakter seorang calon pemimpin masa depan,” ujarnya.
Di akhir pembekalan, Helmi memotivasi para calon Paskibraka agar berani memiliki cita-cita besar dan terus mempersiapkan diri menjadi pemimpin bangsa.
“Jangan pernah pesimis. Gantungkanlah mimpimu setinggi langit. Kalau perlu, bermimpilah menjadi Wakil Presiden atau bahkan Presiden. Di usia remaja ini, kalian berhak punya mimpi besar agar suatu saat bisa terkabul,” tutupnya.
(Adv)


