Advertise with Us

Advertorial

DPRD Samarinda Desak Pemkot Prioritaskan Pembangunan Sekolah di Wilayah Pinggiran

KALTIMNEWSROOM.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memprioritaskan pembangunan fasilitas pendidikan dan peningkatan kualitas tenaga pengajar di wilayah pinggiran. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghapus kesenjangan layanan pendidikan antara sekolah di pusat kota dan kawasan luar kota.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan pembangunan sektor pendidikan harus menjangkau seluruh wilayah secara merata. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya memusatkan perhatian pada sekolah-sekolah yang berada di kawasan perkotaan.

DPRD Minta Pemerataan Fasilitas Pendidikan

Ismail menilai pemerataan fasilitas pendidikan menjadi syarat utama untuk menciptakan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh siswa di Samarinda.

“Jangan sampai kita hanya fokus pada sekolah-sekolah di tengah kota, lalu mengabaikan kondisi sekolah yang ada di pinggiran,” ujarnya di Samarinda, Senin.

Ia mengapresiasi penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dinilai berhasil mengurangi kesenjangan jumlah peserta didik antar sekolah. Menurutnya, sistem tersebut juga menghapus anggapan tentang sekolah favorit yang selama ini mendorong orang tua memusatkan pilihan pada sekolah tertentu.


Advertise with Us

Namun, Ismail mengingatkan keberhasilan sistem zonasi harus diikuti dengan pemerataan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Sekolah Pinggiran Masih Butuh Perbaikan Infrastruktur

Ismail mengungkapkan sejumlah sekolah di wilayah Samarinda Utara, Sungai Kunjang, Palaran, hingga Samarinda Ilir masih menggunakan ruang kelas berbahan kayu. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu segera mendapat perhatian pemerintah.

“Kami sangat berharap sekolah pinggiran mendapatkan perhatian serius. Infrastruktur yang masih berbahan kayu harus segera ditingkatkan menjadi bangunan permanen demi kenyamanan dan keamanan belajar mengajar,” tegasnya.


Advertise with Us

Selain memperbaiki bangunan sekolah, Ismail juga meminta pemerintah memperluas dukungan terhadap fasilitas pembelajaran berbasis digital. Ia menilai penggunaan buku elektronik atau e-book dapat membantu siswa belajar lebih efektif sekaligus mengurangi ketergantungan pada buku cetak.

“Saat ini kita sudah masuk ke era digital dan mulai meninggalkan metode manual. Keberadaan buku digital tentu sangat memudahkan siswa. Mereka tidak perlu lagi membawa banyak buku cetak ke sekolah,” katanya.

Pemkot Samarinda Siapkan Perbaikan Bertahap

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Ibnu Araby, mengatakan pemerintah terus memetakan kebutuhan sekolah di wilayah pinggiran sebagai dasar pelaksanaan perbaikan.

Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda masih menyusun asistensi anggaran agar program perbaikan berjalan tepat sasaran.

Pemerintah akan melaksanakan perbaikan secara bertahap dengan memprioritaskan sekolah yang mengalami kerusakan paling parah serta bangunan yang terdampak bencana.

Ibnu menegaskan Pemkot Samarinda berkomitmen menghadirkan pemerataan mutu pendidikan tanpa membedakan sekolah di pusat kota maupun di wilayah pinggiran.

Meski demikian, pemerintah belum berencana membangun sekolah negeri baru di kawasan pinggiran. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem pendidikan sekaligus mempertahankan peran sekolah swasta yang selama ini ikut memenuhi kebutuhan layanan pendidikan di berbagai wilayah Kota Samarinda.

(Adv)


Advertise with Us

Back to top button