TERKINI
Internasional

Dmitry Medvedev Sindir Donald Trump Sebut Greenland Berpeluang Gabung Rusia

Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, saat memberikan pernyataan terkait dinamika hubungan Rusia-Amerika Serikat. (Foto: news.detik.com)

MOSKOW – Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, kembali memicu kontroversi di panggung internasional dengan melontarkan sindiran tajam kepada mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kali ini, orang kepercayaan Vladimir Putin tersebut mengejek ambisi lama Trump terhadap Greenland, wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark yang memiliki posisi sangat strategis di kutub utara. Medvedev secara provokatif menyebut bahwa Greenland memiliki peluang untuk berpaling dan bergabung dengan Federasi Rusia jika Amerika Serikat tidak segera mengambil langkah nyata dalam mengamankan kepentingannya.

Pernyataan ini muncul sebagai respon terhadap dinamika politik di Amerika Serikat yang kembali menghangat. Medvedev, yang dikenal melalui gaya komunikasinya yang agresif dan sarkastik di media sosial, seolah ingin mengingatkan publik global bahwa pengaruh Washington di wilayah Arktik tidaklah sekuat yang dibayangkan. Ia menggunakan isu Greenland sebagai instrumen untuk menyoroti apa yang ia sebut sebagai kegagalan diplomasi Amerika Serikat di bawah kepemimpinan yang ragu-ragu.

Sejarah ketertarikan Amerika Serikat terhadap Greenland sebenarnya bukan merupakan hal baru. Pada tahun 2019, Donald Trump secara terbuka menyatakan keinginannya untuk membeli pulau terbesar di dunia tersebut dari Denmark. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh pemerintah Denmark dan otoritas lokal Greenland, yang menyebut gagasan itu sebagai sesuatu yang absurd di era modern. Medvedev kini memanfaatkan kegagalan masa lalu tersebut untuk mempermalukan Trump dan para pendukungnya di hadapan komunitas internasional.

“Jika Amerika Serikat tidak bergerak cepat dan terus bersikap lamban, jangan kaget jika masyarakat Greenland suatu saat akan mempertimbangkan untuk mengadakan referendum demi bergabung dengan Rusia,” ujar Medvedev dalam nada ejekan yang menjadi ciri khasnya. Meskipun pernyataan ini dinilai oleh banyak analis sebagai gertakan politik atau sekadar bahan candaan diplomatik, hal tersebut mencerminkan eskalasi ketegangan geopolitik yang semakin dalam antara blok Barat dan Moskow.

Menurut laporan mendalam dari Reuters, persaingan di kawasan Arktik memang tengah berada pada titik didih seiring mencairnya es kutub yang membuka jalur pelayaran baru serta akses terhadap cadangan mineral, minyak, dan gas yang melimpah. Rusia sendiri dalam beberapa tahun terakhir telah secara masif meningkatkan kehadiran militernya di wilayah utara, membangun pangkalan baru, dan melakukan klaim teritorial yang sangat agresif untuk mengamankan dominasi mereka.

Di sisi lain, para pengamat politik melihat manuver verbal Medvedev ini sebagai upaya terstruktur untuk memecah belah fokus opini publik di Amerika Serikat. Dengan menarik perhatian pada isu-isu sensitif yang memicu perdebatan internal di Negeri Paman Sam, Rusia berharap dapat melemahkan konsentrasi Washington terhadap konflik yang sedang berlangsung di Ukraina. Untuk mengikuti perkembangan peta kekuatan dunia lainnya, Anda dapat menyimak berita internasional terbaru melalui kanal resmi kami.

Hingga saat ini, pihak Greenland tetap memegang teguh kedaulatan dan identitas nasional mereka. Meskipun merupakan bagian dari kedaulatan Denmark, Greenland memiliki pemerintahan mandiri yang luas dan telah berulang kali menegaskan bahwa wilayah mereka tidak akan pernah dijual kepada pihak manapun, baik itu Amerika Serikat maupun Rusia. Namun, di tengah papan catur politik global yang kian memanas, Greenland tampaknya akan terus menjadi bidak strategis yang diperebutkan oleh kekuatan-kekuatan besar dunia yang haus akan sumber daya alam dan dominasi teritorial.

Ringkasan Cepat

  • MOSKOW - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, kembali memicu kontroversi di panggung internasional dengan melontarkan sindiran tajam kepada mantan Presiden…
  • Kali ini, orang kepercayaan Vladimir Putin tersebut mengejek ambisi lama Trump terhadap Greenland, wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark yang memiliki posisi…
  • Medvedev secara provokatif menyebut bahwa Greenland memiliki peluang untuk berpaling dan bergabung dengan Federasi Rusia jika Amerika Serikat tidak segera mengambil langkah…
M. Zunaidi
M. Zunaidi Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua