TIMIKA – Lapisan es abadi yang menjadi salju terakhir Papua di Puncak Carstensz diyakini akan segera mencair sepenuhnya dalam beberapa bulan ke depan. Fenomena alam ini menandai babak akhir sejarah gletser tropis di Indonesia akibat perubahan iklim global yang kian masif.
Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Pasalnya, masyarakat adat setempat harus menyaksikan situs paling sakral mereka hilang tanpa bisa berbuat banyak.
Situasi tersebut semakin ironis karena kontribusi emisi karbon dari wilayah ini tercatat sangat kecil. Orang Papua tak menyumbang gas rumah kaca, namun mereka harus kehilangan warisan alam yang paling berharga.
Fakta Mencairnya Gletser Puncak Carstensz
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa proses pencairan salju terakhir Papua berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan semula. Faktor cuaca ekstrem dan kenaikan suhu muka bumi menjadi pemicu utamanya.
- Ketebalan es di Puncak Carstensz menipis drastis dalam satu dekade terakhir.
- Luas area gletser kini tersisa sangat sedikit dan terfragmentasi.
- Ilmuwan memprediksi es abadi ini akan punah sepenuhnya tahun ini.
Dampak Kehilangan Situs Sakral
Bagi masyarakat adat di sekitar pegunungan, kawasan bersalju tersebut bukan sekadar bentang alam biasa. Tempat itu menyimpan nilai spiritual yang sangat tinggi secara turun-temurun.
Oleh sebab itu, hilangnya lapisan es ini menjadi pukulan telak secara budaya dan ekologis. Krisis iklim terbukti nyata merenggut identitas masyarakat yang paling sedikit mencemari bumi.
Bagaimana nasib situs sakral tersebut setelah esnya benar-benar lenyap? Mari ikuti terus perkembangan informasinya hanya di portal berita terpercaya.






