Ibu Ungkap Luka Lama Aurelie Moeremans Sebelum Cerita Child Grooming Terungkap

KALTIMNEWSROOM.COM — Jauh sebelum Aurelie Moeremans mengungkap pengalaman pahit child grooming melalui bukunya Broken Strings, sang ibu, Sri Sumarti telah lebih dulu merasakan kehilangan yang mendalam.
Ia harus menerima kenyataan hidup terpisah dari putrinya sejak Aurelie menikah dan tinggal bersama Roby Tremonty.
Sri menuturkan, sejak pernikahan tersebut, Aurelie semakin jarang pulang ke rumah.
Hubungan ibu dan anak itu pun perlahan merenggang tanpa kejelasan.
Meski merasakan kesedihan mendalam, Sri memilih bertahan dan berharap suatu hari putrinya kembali.
Pulang Saat Natal Setelah Lama Terpisah
Momen yang paling dinanti Sri akhirnya tiba sekitar setahun kemudian.
Tepat saat perayaan Natal, Aurelie kembali ke rumah dan berada di sisinya.
“Sekitar setahun lalu, pas Natal, dia akhirnya pulang lagi,” ujar Sri, Selasa (31/12/2013), seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Kepulangan Aurelie sekaligus membuka babak baru dalam hubungan mereka.
Sri mulai menyadari perubahan sikap sang anak yang selama ini membingungkannya.
Namun, ia memilih menyimpan rasa sakitnya sendiri demi menjaga kondisi mental Aurelie.
Ancaman Membuat Aurelie Memilih Diam
Sri mengungkapkan, selama tinggal bersama Roby, Aurelie kerap menerima ancaman.
Situasi itu membuat Aurelie memilih diam dan menjauh dari keluarga.
“Aurelie sering diancam Robi, makanya dia diam,” kata Sri.
Ancaman tersebut juga menjadi alasan mengapa Aurelie jarang pulang dan menutup diri dari orang-orang terdekatnya.
Baru setelah kembali ke rumah, Aurelie perlahan berani terbuka dan menceritakan apa yang ia alami selama ini.
Laporan ke KPAI Tak Berbuah Hasil Cepat
Mengetahui putrinya menjadi korban child grooming, Sri tidak tinggal diam.
Ia berupaya menyelamatkan Aurelie dengan melaporkan kasus tersebut ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Langkah itu ia ambil karena menilai Aurelie belum cukup usia untuk menikah saat itu.
Namun, upaya tersebut belum menghasilkan penyelesaian yang jelas.
Proses mediasi tidak berjalan sesuai harapan, hingga akhirnya Aurelie memilih menyelesaikan persoalan itu dengan caranya sendiri.
KPAI Benarkan Adanya Pengaduan
Ketua KPAI saat itu, Hadi Supeno membenarkan bahwa Aurelie pernah datang ke kantor KPAI bersama ibunya.
Ia menjelaskan, Sri Sumarti tercatat dua kali mendatangi KPAI, sementara Aurelie baru sekali.
“Yang pertama ibunya hanya konsultasi, yang kedua mengambil formulir pengaduan,” ujar Hadi.
Menurut Hadi, laporan tersebut masih berada pada tahap awal.
KPAI harus melakukan pemeriksaan dan analisis mendalam sebelum memutuskan apakah pengaduan memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti.
Kasus ini kembali menjadi sorotan publik setelah Aurelie akhirnya berani membagikan kisah hidupnya, membuka tabir luka lama yang selama bertahun-tahun terpendam. (*)


