Advertise with Us

Internasional

Mengenal Greenland, Wilayah yang Ingin Dikuasai Trump

Kaltimnewsroom.com – Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump sangat berambisi untuk menguasai Greenland.

Trump bahkan menegaskan pandangannya bahwa Amerika Serikat perlu memiliki Greenland sebagai bagian dari upaya menjaga kepentingan keamanan nasional, khususnya untuk mencegah meluasnya pengaruh Rusia dan China di kawasan Arktik.

Lantas apa istimewanya Greenland?

Greenland merupakan pulau terbesar di dunia dengan luas sekitar 2,16 juta kilometer persegi.

Wilayah ini adalah bekas koloni Denmark yang kini berstatus sebagai wilayah otonom dan terletak di kawasan Arktik.


Advertise with Us

Pulau ini dikenal sebagai negara dengan kepadatan penduduk terendah di dunia. Sekitar 56.000 penduduknya sebagian besar tinggal di sepanjang pesisir barat, dengan ibu kota Nuuk sebagai pusat kehidupan sosial dan ekonomi.

Sebanyak 81 persen wilayah Greenland tertutup es, menjadikannya salah satu kawasan paling ekstrem di dunia. Hampir 90 persen penduduknya merupakan suku Inuit, dan ekonomi lokal selama ini bertumpu pada sektor perikanan.

Menariknya, tidak ada kepemilikan tanah secara pribadi di Greenland, yang membuat gagasan pengambilalihan wilayah oleh negara asing menjadi semakin sensitif.


Advertise with Us

Mengapa Greenland begitu penting bagi Amerika Serikat?

Setidaknya ada tiga faktor utama yang menjadikan Greenland sangat strategis dan menarik bagi Amerika Serikat.

1. Posisi geopolitik yang vital
Greenland berada di antara Amerika Serikat dan Eropa, tepat di jalur strategis GIUK (Greenland–Islandia-Inggris). Posisi ini sangat penting untuk mengendalikan akses ke Samudra Atlantik Utara, baik untuk kepentingan perdagangan maupun keamanan militer.

2. Kekayaan sumber daya alam
Greenland menyimpan potensi besar sumber daya alam, mulai dari minyak, gas, hingga mineral langka. Mineral-mineral ini sangat dibutuhkan untuk industri strategis global, termasuk kendaraan listrik, turbin angin, dan peralatan militer.

Trump sendiri pernah mengatakan kepada wartawan “Kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional, bukan untuk mineral.”

Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya sejalan dengan pernyataan lingkaran terdekatnya. Mantan penasihat keamanan nasional Mike Waltz menyebut fokus pemerintahan Trump adalah “tentang mineral penting” dan “sumber daya alam.”

3. Jalur pelayaran arktik yang kian terbuka
Krisis iklim menyebabkan es Arktik mencair lebih cepat, membuka peluang jalur pelayaran utara yang bisa dilalui lebih lama setiap tahunnya. Jalur ini berpotensi memangkas waktu dan biaya perdagangan global, sekaligus memiliki implikasi besar bagi keamanan kawasan.

Alasan AS Perlu Memiliki Greenland

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan pandangannya bahwa Amerika Serikat perlu memiliki Greenland sebagai bagian dari upaya menjaga kepentingan keamanan nasional, khususnya untuk mencegah meluasnya pengaruh Rusia dan China di kawasan Arktik.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan pada Jumat (9/1/2026) waktu setempat dan dikutip sejumlah media internasional, termasuk BBC, pada Minggu (11/1/2026).

Dalam pernyataannya, Trump menekankan bahwa kepemilikan wilayah dinilai lebih penting dibandingkan sekadar perjanjian sewa atau kerja sama jangka panjang.

“Negara harus memiliki kepemilikan, dan Anda mempertahankan kepemilikan. Anda tidak mempertahankan sewa. Dan kami harus mempertahankan Greenland,” ujar Trump.

Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat dapat mewujudkan tujuan tersebut melalui “cara mudah” maupun “cara sulit”, sebuah pernyataan yang kemudian memicu perhatian luas dan beragam reaksi dari komunitas internasional.

Opsi yang Dipertimbangkan Gedung Putih

Gedung Putih sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat tengah mempertimbangkan berbagai opsi terkait masa depan hubungan dengan Greenland, termasuk kemungkinan pembelian wilayah semi-otonom yang saat ini berada di bawah kedaulatan Denmark. Meski demikian, pernyataan resmi tersebut juga menyebutkan bahwa opsi lain, termasuk langkah yang lebih tegas, tidak sepenuhnya dikesampingkan.

Greenland sendiri merupakan wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark dan juga berada dalam lingkup aliansi pertahanan NATO. Menanggapi pernyataan Trump, pemerintah Denmark dengan tegas menolak gagasan penjualan Greenland.

Pemerintah Denmark bahkan memperingatkan bahwa penggunaan kekuatan militer terhadap wilayah tersebut berpotensi mengakhiri aliansi pertahanan trans-Atlantik yang selama ini menjadi fondasi hubungan keamanan antara Amerika Utara dan Eropa.

Penolakan juga datang dari dalam negeri Greenland. Para pemimpin partai politik di wilayah tersebut, termasuk dari kubu oposisi, menyampaikan pernyataan bersama pada Jumat malam waktu setempat.

Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan bahwa Greenland tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat maupun Denmark secara penuh, melainkan ingin menentukan masa depannya sendiri.

“Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami tidak ingin menjadi orang Denmark, kami ingin menjadi orang Greenland,” demikian pernyataan para pemimpin partai politik di Greenland. Mereka menambahkan bahwa masa depan wilayah itu harus ditentukan sepenuhnya oleh rakyat Greenland.

(*)


Advertise with Us

Back to top button
Cari apa wal?
Om Rudi AI
×
Halo buhan gabut! Handak berita apa wal?

Apa mau tanya berita yang lain atau masalah geopolitik yang lagi ramai tulis aja langsung lah?