KaltimNewsroom.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera menggelar Probebaya Award Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap keberhasilan pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) di tingkat RT.
Sebanyak 30 perwakilan dari 10 kecamatan akan mengikuti penilaian tingkat kota yang dijadwalkan mulai akhir Oktober 2026.
Persiapan pelaksanaan Probebaya Award 2026 terus dimatangkan Pemkot Samarinda melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).
Kesiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Penilai Probebaya Award 2026 di Ruang Rapat Klinik Perencanaan, Kantor Bapperida Kota Samarinda, Rabu (7/10/2026) siang.
Rapat dipimpin Plt Asisten I Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Suwarso, didampingi Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Samarinda, Imam Gunadi, Sejumlah perangkat daerah terkait dan anggota TWAP turut hadir dalam rapat tersebut sebagai bagian dari Tim Penilai.
Tiga Kategori dalam Probebaya Award 2026
Suwarso mengatakan Probebaya Award merupakan agenda rutin tahunan Pemkot Samarinda yang diarahkan untuk memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Probebaya di tingkat RT.
“Probebaya Award ini merupakan agenda rutin tahunan. Mekanismenya secara umum tetap mengacu pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Suwarso.
Pada Probebaya Award 2026, Pemkot Samarinda menetapkan tiga kategori utama yang menjadi fokus penilaian. Ketiga kategori tersebut meliputi infrastruktur; ekonomi dan sosial budaya; serta kesehatan, pendidikan, dan kepemudaan.
Setiap kecamatan mengirimkan tiga perwakilan untuk mengikuti penilaian berdasarkan kategori yang telah ditetapkan. Dari 10 kecamatan, terdapat 30 peserta yang akan menjalani penilaian di tingkat kota.
“Jadi, masing-masing kecamatan mengirimkan tiga perwakilan untuk mewakili tiga kategori yang ada. Totalnya ada 30 peserta yang akan dinilai,” jelasnya.
Pemkot Samarinda menjadwalkan penilaian mulai akhir Oktober. Sementara pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan direncanakan berlangsung pada November 2026.
Samakan Persepsi Tim Penilai
Menjelang pelaksanaan Probebaya Award 2026, Suwarso menekankan pentingnya kesiapan seluruh Tim Penilai. Ia meminta seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman yang sama terhadap indikator dan mekanisme penilaian.
Menurutnya, kesamaan persepsi akan membantu memastikan proses penilaian berlangsung objektif, terukur, transparan, dan konsisten.
“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh tim memiliki pemahaman yang sama terhadap indikator dan mekanisme penilaian. Dengan begitu, hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Koordinasi lintas perangkat daerah dan TWAP menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proses penilaian berjalan sesuai ketentuan. Tim Penilai juga diarahkan untuk menjaga objektivitas dalam mengevaluasi setiap peserta.
Seleksi Perwakilan Kecamatan Telah Dilakukan
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Samarinda, Imam Gunadi, mengatakan pelaksanaan Probebaya Award 2026 mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Samarinda Nomor 60 Tahun 2022 tentang Pedoman Probebaya Award.
Regulasi tersebut menjadi salah satu dasar dalam pelaksanaan tahapan dan mekanisme penilaian Probebaya Award tahun ini.
Imam menjelaskan, Pemkot Samarinda telah melakukan sosialisasi kepada kecamatan dan kelurahan. Selanjutnya, masing-masing kecamatan melakukan seleksi untuk menentukan peserta terbaik yang akan mewakili wilayahnya pada penilaian tingkat kota.
“Proses sosialisasi sudah kita lakukan ke kecamatan dan kelurahan. Masing-masing kecamatan juga sudah melakukan seleksi untuk menentukan yang terbaik sebagai perwakilan,” ujar Imam.
Hasil seleksi dari masing-masing kecamatan kemudian disampaikan untuk mengikuti tahapan penilaian tingkat kota. Pemkot Samarinda kini memfokuskan persiapan pada kesiapan peserta dan Tim Penilai menjelang dimulainya proses evaluasi.
Dorong Penilaian Objektif
Imam menilai koordinasi lintas perangkat daerah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas Probebaya Award 2026.
Selain memastikan peserta siap mengikuti penilaian, koordinasi diperlukan untuk memastikan setiap anggota Tim Penilai memahami indikator secara seragam sehingga evaluasi dapat dilakukan secara objektif.
“Harapannya seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal dan penilaian dapat dilakukan secara objektif berdasarkan indikator yang telah ditetapkan,” katanya.
Pelaksanaan Probebaya Award 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi peserta terbaik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengapresiasi berbagai inovasi dan praktik baik masyarakat dalam menjalankan pembangunan dan pemberdayaan di tingkat RT.
(*)






