Jakarta Masih Terkepung Banjir Puluhan RT dan Belasan Ruas Jalan Terendam Hingga Minggu Malam

JAKARTA – Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Ibu Kota sepanjang hari memicu genangan air di puluhan titik pemukiman dan akses transportasi utama. Hingga Minggu malam (18/1), kondisi genangan dilaporkan belum sepenuhnya surut, menyebabkan mobilitas warga terganggu dan sejumlah pemukiman warga masih terisolasi oleh air dengan ketinggian bervariasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa sedikitnya 37 Rukun Tetangga (RT) dan 12 ruas jalan utama masih terendam banjir. Fenomena ini merupakan dampak langsung dari intensitas hujan yang melampaui kapasitas drainase kota, diperparah dengan status tinggi muka air di beberapa pintu air yang sempat mencapai level waspada.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta menyatakan bahwa personel gabungan dari unsur Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Lingkungan Hidup, hingga petugas PPSU telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan penyedotan air menggunakan pompa stasioner maupun portabel guna mempercepat aliran air menuju saluran pembuangan utama.
Baca Juga: Komitmen Pemprov DKI dalam Mitigasi Banjir Jangka Panjang
Berdasarkan rincian data lapangan, wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur menjadi kawasan yang paling terdampak. Di beberapa titik, ketinggian air dilaporkan mencapai 40 hingga 60 sentimeter. Selain merendam pemukiman, banjir juga melumpuhkan sedikitnya 12 ruas jalan yang menjadi urat nadi transportasi warga di akhir pekan. Para pengendara diimbau untuk mencari rute alternatif guna menghindari kendaraan mogok akibat memaksakan diri menerjang genangan.
Situasi ini juga memicu kekhawatiran terkait potensi cuaca ekstrem susulan. Merujuk pada data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan di wilayah Jabodetabek. Oleh karena itu, warga yang tinggal di bantaran sungai maupun daerah cekungan diminta tetap siaga terhadap potensi kenaikan debit air secara tiba-tiba.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD terus melakukan pembaruan data dan memastikan logistik bantuan bagi warga yang terdampak di posko pengungsian sementara tetap tersedia. Masyarakat juga diminta untuk aktif melaporkan kondisi darurat melalui layanan nomor tunggal darurat Jakarta Siaga 112 jika membutuhkan evakuasi atau bantuan medis di tengah kepungan banjir.


