Advertise with Us

Nasional

Upaya PLN Pulihkan Listrik Aceh Terus Berlanjut, Ribuan Desa Kembali Menyala

KALTIMNEWSROOM.COM –PT PLN (Persero) terus melanjutkan upaya pemulihan pasokan listrik di Provinsi Aceh setelah banjir dan tanah longsor merusak infrastruktur kelistrikan di sejumlah wilayah. Hingga kini, mayoritas desa terdampak telah kembali menikmati aliran listrik, menandai progres signifikan dalam penanganan dampak bencana yang terjadi di wilayah tersebut.

Berdasarkan data terbaru PLN, sebanyak 6.432 desa atau sekitar 98,9 persen dari total desa di Aceh telah kembali teraliri listrik. Capaian ini diperoleh setelah PLN menyelesaikan pemulihan sistem kelistrikan utama dan mempercepat perbaikan jaringan distribusi hingga ke wilayah pedesaan.

Pemulihan Listrik Desa di Aceh Hampir Tuntas

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa pemulihan kelistrikan di Aceh dilakukan secara bertahap dan terukur sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa PLN memprioritaskan kecepatan pemulihan tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat dan petugas.

“Sejak sistem kelistrikan besar Aceh pulih, kami langsung memfokuskan upaya pada penormalan jaringan distribusi hingga ke desa-desa. Alhamdulillah, hingga saat ini hampir seluruh desa di Aceh telah kembali menyala,” ujar Darmawan, dikutip Minggu (18/1/2025).

Menurutnya, listrik menjadi kebutuhan utama masyarakat pascabencana karena berpengaruh langsung terhadap aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, dan pemulihan ekonomi lokal.


Advertise with Us

Arahan Presiden Dorong Aksi Cepat PLN di Lapangan

Darmawan menjelaskan bahwa percepatan pemulihan kelistrikan di Aceh sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar layanan dasar masyarakat segera dipulihkan setelah bencana.

PLN kemudian mengerahkan sumber daya manusia, peralatan teknis, serta dukungan logistik untuk memastikan jaringan listrik dapat kembali beroperasi. Koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan untuk mengatasi kendala akses menuju lokasi terdampak.

Masih Tersisa 68 Desa Belum Terhubung Jaringan Permanen

Meski pemulihan telah menjangkau hampir seluruh wilayah, PLN mencatat masih terdapat 68 desa atau sekitar 1,04 persen yang belum teraliri listrik secara normal. Desa-desa tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.


Advertise with Us

PLN memastikan bahwa proses pemulihan di desa-desa tersebut tetap berlangsung dan menjadi prioritas penanganan hingga seluruh wilayah Aceh kembali teraliri listrik.

Kondisi Geografis Jadi Kendala Pemulihan Jaringan

PLN menjelaskan bahwa desa-desa yang masih belum terhubung jaringan listrik permanen berada di wilayah dengan kondisi geografis yang berat. Banjir dan tanah longsor menyebabkan jalan darat terputus, rusak parah, bahkan hilang di sejumlah titik.

“Desa-desa yang masih padam berada di wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Akses jalan di sejumlah lokasi terputus, rusak parah, atau bahkan hilang akibat banjir dan longsor, sehingga proses pemulihan membutuhkan waktu serta upaya ekstra,” kata Darmawan.

Namun, ia menegaskan bahwa PLN tidak menghentikan upaya pemulihan dan terus bergerak menjangkau desa-desa terdalam di Aceh.

Genset ESDM Jamin Pasokan Listrik Sementara

Sambil menunggu pemulihan jaringan permanen, PLN memastikan 68 desa tersebut tetap mendapatkan pasokan listrik sementara melalui dukungan Program 1.000 Genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

PLN menilai keberadaan genset darurat sangat penting agar aktivitas masyarakat tidak terhenti, terutama untuk penerangan, komunikasi, dan kegiatan sosial dasar di desa.

Infrastruktur Rusak Hambat Mobilisasi Tim

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menjelaskan bahwa kerusakan infrastruktur menjadi tantangan utama di lapangan. Ia mencatat sebanyak 171 titik longsor menutup akses jalan serta 14 jembatan rusak, sehingga mobilisasi alat berat dan material kelistrikan mengalami hambatan.

“Komitmen kami adalah pemulihan jaringan permanen secepat mungkin. Namun, keselamatan petugas dan kemampuan akses alat berat sangat bergantung pada kondisi infrastruktur jalan,” ujar Eddi.

Ia menambahkan bahwa PLN terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk membuka akses menuju wilayah terisolir.

Fokus Pemulihan di Aceh Tengah dan Bener Meriah

Eddi merinci bahwa tim PLN saat ini memusatkan perhatian pada wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah. Di Aceh Tengah, sebanyak 36 desa masih dalam proses pemulihan jaringan listrik permanen. Sementara di Bener Meriah, terdapat 13 desa yang juga menjadi prioritas penanganan.

Selain itu, PLN juga terus melakukan perbaikan jaringan di sejumlah desa di Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tamiang.

“Petugas kami di lapangan terus bersiaga di titik terdekat dengan lokasi longsor. Begitu akses memungkinkan untuk dilewati, tim teknis kami akan langsung masuk melakukan perbaikan tiang dan kabel,” jelas Eddi.

Pemda Nilai Kehadiran PLN Sangat Membantu

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengapresiasi upaya PLN yang terus bekerja di tengah kondisi medan yang sulit. Ia menilai kehadiran genset darurat sangat membantu masyarakat selama proses pemulihan jaringan permanen berlangsung.

“Kami melihat perjuangan luar biasa dari petugas PLN yang harus menerjang titik-titik longsor demi bisa masuk membawa material. Kami juga sangat terbantu dengan adanya backup 1.000 genset Kementerian ESDM,” ungkap Haili.

(Redaksi)


Advertise with Us

Back to top button