Ambisi Besar Kim Sangsik Bawa Vietnam Rengkuh Juara Piala Asia U23 2026 Meski Terjang Rindu Rumah

RIYADH – Tim nasional Vietnam U-23 secara terbuka menyatakan ambisi besar mereka untuk membawa pulang trofi Piala Asia U-23 2026 ke Hanoi. Di bawah komando pelatih kepala Kim Sang-sik, skuad berjuluk The Golden Star Warriors ini tengah menjalani fase krusial dalam pemusatan latihan jangka panjang yang menguras energi fisik maupun mental. Tekanan tinggi untuk berprestasi di level kontinental memaksa para pemain muda ini harus mengesampingkan kepentingan pribadi, termasuk rasa rindu yang mendalam terhadap keluarga di kampung halaman.
Perjalanan Vietnam menuju podium juara dipastikan tidak akan mudah. Berada jauh dari zona nyaman dalam durasi yang lama seringkali menjadi musuh tak kasat mata bagi pesepak bola profesional. Namun, Kim Sang-sik menekankan bahwa ketangguhan mental adalah syarat mutlak jika ingin berbicara banyak di kancah Asia. Pelatih asal Korea Selatan tersebut percaya bahwa pengorbanan yang dilakukan para pemain saat ini akan terbayar lunas jika mereka mampu mengulangi atau bahkan melampaui sejarah manis yang pernah mereka torehkan pada edisi 2018 di Changzhou.
Kim Sang-sik menyadari bahwa faktor psikologis memegang peranan vital dalam performa pemain di lapangan. Oleh karena itu, staf kepelatihan tidak hanya fokus pada taktik dan strategi, tetapi juga pada penguatan ikatan emosional antar pemain agar suasana tim terasa seperti keluarga kedua. Strategi ini diharapkan mampu meredam efek negatif dari homesick atau rindu rumah yang kerap melanda pemain muda saat menjalani turnamen internasional yang panjang. Disiplin ketat diterapkan, namun pendekatan humanis tetap dikedepankan demi menjaga moralitas bertarung tim.
Sebagai bagian dari persiapan matang, Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) juga memberikan dukungan penuh melalui fasilitas terbaik agar para pemain tetap terhubung dengan orang tercinta secara digital tanpa mengganggu jadwal latihan. Upaya ini dilakukan agar fokus utama mereka tetap tertuju pada target besar di Arab Saudi nanti. Anda dapat memantau perkembangan jadwal resmi melalui laman AFC Official untuk melihat peta persaingan grup yang semakin memanas.
Di sisi lain, publik sepak bola Asia juga menyoroti bagaimana transformasi Vietnam di bawah rezim baru ini. Setelah era Park Hang-seo yang fenomenal, Kim Sang-sik memikul beban berat untuk membuktikan bahwa Vietnam masih menjadi kekuatan utama di Asia Tenggara dan pesaing serius di tingkat Asia. Persaingan di Piala Asia U-23 2026 diprediksi akan jauh lebih ketat dengan bangkitnya kekuatan-kekuatan baru dari Timur Tengah dan Asia Timur. Simak juga persiapan rival bebuyutan Timnas Indonesia U-23 yang juga tengah berbenah diri menjelang turnamen serupa.
Dengan sisa waktu persiapan yang ada, Vietnam terus mengasah ketajaman lini serang dan soliditas pertahanan. Trofi Piala Asia U-23 bukan sekadar simbol prestasi bagi mereka, melainkan pembuktian bahwa dedikasi dan pengorbanan melawan rasa rindu adalah harga yang pantas dibayar untuk sebuah kejayaan nasional. Kini, dunia menantikan apakah ambisi Kim Sang-sik dan pasukannya akan berbuah manis atau justru layu di tengah jalan akibat tekanan mental yang luar biasa.


