
KALTIMNEWSROOM.COM – Rencana penggabungan 15 perusahaan BUMN sektor logistik mulai dimatangkan oleh pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Konsolidasi ini diarahkan untuk menekan biaya logistik yang masih tinggi sekaligus memperkuat sistem distribusi nasional.
Danantara Siapkan Holding Logistik BUMN
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara mendorong pembentukan holding logistik sebagai langkah strategis. Pemerintah ingin mengintegrasikan operasional antar perusahaan agar lebih efisien.
Selain itu, konsolidasi ini juga bertujuan menyeimbangkan kondisi keuangan antar entitas yang selama ini memiliki tingkat profitabilitas berbeda.
PT Pos Indonesia Berpeluang Jadi Induk
Dalam skenario awal, PT Pos Indonesia berpotensi menjadi induk holding logistik. Perusahaan ini dinilai memiliki pengalaman luas dalam layanan distribusi nasional.
Meski demikian, pemerintah belum merilis daftar resmi perusahaan yang akan digabungkan.
Enam Perusahaan Catat Kinerja Positif
Sejumlah perusahaan menunjukkan kinerja keuangan yang solid. PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat laba Rp2,59 triliun pada 2024, naik dari Rp2,21 triliun pada 2023.
Kemudian, PT ASDP Indonesia Ferry membukukan laba Rp436,07 miliar pada 2024. PT Pelayaran Nasional Indonesia juga mencatat laba Rp198,92 miliar pada tahun yang sama.
Di sektor darat, PT Pos Indonesia mencetak laba Rp838,94 miliar pada 2024.
PT KAI Logistik menunjukkan tren stabil, sementara PT Integrasi Logistik Cipta Solusi mencatat pertumbuhan laba signifikan.
Dua Entitas Masih Mengalami Kerugian
Di sisi lain, dua perusahaan masih menghadapi tekanan kinerja. PT Pupuk Indonesia Logistik mencatat rugi Rp90,52 miliar pada 2024.
Selain itu, PT Semen Indonesia Logistik mengalami rugi Rp30,29 miliar setelah sebelumnya mencetak laba.
Karena itu, konsolidasi diharapkan mampu memperbaiki efisiensi dan utilisasi aset kedua perusahaan tersebut.
Tujuh Perusahaan Lengkapi Rantai Logistik
Sebanyak tujuh perusahaan lain akan melengkapi ekosistem logistik nasional. Garuda Indonesia Logistik, Angkasa Pura Kargo, dan Aerojasa Cargo menangani sektor udara.
Sementara itu, Pelindo Solusi Logistik dan Varuna Tirta Prakasya berperan di sektor maritim.
Di sisi pergudangan, BGR Logistik Indonesia mengelola fasilitas penyimpanan, sedangkan Djakarta Lloyd menangani kargo curah.
Target Efisiensi dan Integrasi Nasional
Melalui langkah ini, pemerintah menargetkan efisiensi biaya logistik dan peningkatan konektivitas antarwilayah. Selain itu, standardisasi operasional diharapkan dapat memperkuat daya saing sektor logistik nasional.
Ke depan, holding logistik BUMN diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi nasional yang lebih terintegrasi dan efisien.
(Redaksi)


