Tuntaskan Perbaikan Pasar Segiri dalam Waktu 1 Bulan, Andi Harun Pastikan Lapak Siap Digunakan Pedagang

KALTIMNEWSROOM.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan percepatan penanganan pascakebakaran di Pasar Segiri berjalan sesuai target.
Dalam waktu kurang dari satu bulan, perbaikan lapak sementara rampung dan siap digunakan oleh para pedagang yang terdampak musibah.
Wali Kota Samarinda Andi Harun turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan kesiapan fasilitas.
Ia menyatakan bahwa seluruh proses pembangunan telah selesai dan tinggal menunggu serah terima dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kepada Dinas Perdagangan.
“Kurang lebih satu bulan pascakebakaran, pasar yang kita janjikan sudah selesai dikerjakan. Tinggal minggu ini dilakukan serah terima agar segera dimanfaatkan oleh sekitar 140 pedagang korban kebakaran,” ujar Andi Harun saat peninjauan, Senin (4/5/2026).
Percepatan Demi Pemulihan Ekonomi
Pemkot memprioritaskan percepatan pembangunan sebagai langkah strategis untuk memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Andi Harun menegaskan bahwa para pedagang memiliki peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi lokal, sehingga mereka perlu segera kembali berjualan.
Ia menilai hasil pembangunan menunjukkan perubahan signifikan dibanding kondisi sebelum kebakaran.
Lapak yang sebelumnya terlihat kumuh kini tampak lebih rapi dan tertata, dengan perbaikan pada bagian lantai serta penataan area yang lebih nyaman bagi pengunjung.
“Hasil pekerjaannya lumayan rapi. Kalau dibandingkan sebelum kebakaran, kondisinya jauh lebih baik sekarang. Ini akan kita tata lagi agar semakin nyaman,” katanya.
Pemkot juga memastikan bahwa lapak sementara ini dapat langsung digunakan tanpa menunggu waktu lama.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi para pedagang yang sempat kehilangan mata pencaharian akibat kebakaran.
Pedagang Diminta Jaga Disiplin
Selain menyiapkan fasilitas, Pemkot juga mengingatkan pentingnya peran pedagang dalam menjaga keberlangsungan pasar.
Andi Harun menekankan bahwa kebersihan, ketertiban, dan disiplin menjadi kunci utama agar kondisi pasar tetap terjaga.
Ia secara tegas meminta para pedagang menghindari segala aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk penggunaan instalasi listrik yang tidak sesuai standar.
“Pasar ini tanggung jawab kita bersama. Kita harus menjaga dan merawatnya, serta menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan kebakaran kembali,” tegasnya.
Menurutnya, peningkatan kesadaran pedagang harus berjalan seiring dengan pembinaan dari pengelola pasar.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) pasar diminta aktif memberikan edukasi dan pengawasan kepada para pedagang.
Respons Cepat Pemerintah
Andi Harun mengapresiasi kerja cepat seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan pascakebakaran.
Ia menyebut koordinasi antara Dinas Perdagangan, PUPR, dan UPT pasar berjalan efektif sehingga pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.
“Respon semua pihak sangat cepat. Rasanya belum lama kita meninjau pascakebakaran, sekarang pasar sudah siap kembali digunakan,” ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengarahkan para pedagang untuk segera menempati lapak yang tersedia.
Ia memastikan proses administrasi disiapkan secara cepat agar aktivitas jual beli bisa langsung berjalan.
“Kami sudah anjurkan pedagang segera masuk. Administrasi juga kami siapkan supaya mereka bisa langsung berjualan kembali,” katanya.
Anggaran dan Harapan ke Depan
Pemkot Samarinda mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,1 miliar dari Belanja Tak Terduga (BTT) APBD 2026 untuk pembangunan lapak sementara ini.
Anggaran tersebut digunakan untuk memastikan fasilitas yang dibangun memenuhi kebutuhan dasar pedagang.
Ke depan, pemerintah berharap keberadaan lapak ini tidak hanya membantu pedagang bangkit dari dampak kebakaran, tetapi juga meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berbelanja.
Andi Harun menegaskan bahwa keberhasilan pemulihan pasar tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada komitmen bersama dalam menjaga fasilitas yang ada.
“Kita ingin memastikan pedagang bisa kembali beraktivitas tanpa menunggu lama. Tapi yang lebih penting, kita semua harus menjaga pasar ini agar tetap aman dan nyaman,” tutupnya. (*)


