Advertise with Us

Berita Umum

Gejala Hantavirus Mirip Flu, Masyarakat Diminta Waspada Penyebaran dari Tikus

KALTIMNEWSROOM.COM – Hantavirus kembali menjadi perhatian setelah sejumlah kasus infeksi dilaporkan di beberapa negara. Virus yang berasal dari hewan pengerat itu dapat memicu gangguan serius pada paru-paru dan ginjal jika tidak ditangani dengan cepat.

Banyak orang sulit mengenali hantavirus karena gejala awalnya mirip flu biasa. Kondisi itu membuat masyarakat perlu lebih waspada, terutama saat beraktivitas di lingkungan yang kotor atau memiliki banyak tikus.

Hantavirus Menyebar dari Hewan Pengerat

Hantavirus merupakan kelompok virus yang ditularkan hewan pengerat kepada manusia. Tikus menjadi sumber penularan utama penyakit tersebut.

Virus ini dapat menyebabkan dua jenis penyakit, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

HPS menyerang paru-paru dan sistem pernapasan. Sementara HFRS menyerang ginjal serta pembuluh darah.


Advertise with Us

Kasus hantavirus lebih banyak ditemukan di wilayah Asia, Eropa, dan Amerika.

Penularan antarmanusia sangat jarang terjadi. Karena itu, langkah pencegahan utama berfokus pada kebersihan lingkungan dan pengendalian tikus.

Penularan Bisa Terjadi Lewat Udara

Hantavirus dapat menyebar saat seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus.


Advertise with Us

Virus juga dapat masuk ke tubuh ketika seseorang menyentuh benda yang terpapar lalu menyentuh wajah.

Gigitan tikus terinfeksi dan konsumsi makanan yang tercemar juga meningkatkan risiko penularan.

Lingkungan lembap, jarang dibersihkan, dan banyak tikus menjadi lokasi yang rawan penyebaran virus.

Kenali Gejala Awal Hantavirus

Gejala awal hantavirus sering menyerupai flu biasa. Penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh lemas.

Sebagian pasien juga mengalami mual, muntah, dan nyeri perut.

Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami batuk dan sesak napas.

Virus juga bisa menurunkan fungsi ginjal dan tekanan darah.

Jika kondisi memburuk, penderita dapat mengalami gangguan pernapasan serius yang memerlukan penanganan medis segera.

Masyarakat perlu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut setelah kontak dengan area yang banyak tikus.

Kebersihan Lingkungan Jadi Kunci Pencegahan

Pencegahan menjadi langkah paling penting untuk mengurangi risiko infeksi hantavirus.

Masyarakat perlu menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja agar bebas dari sarang tikus.

Tutup lubang atau celah bangunan untuk mencegah tikus masuk ke dalam rumah.

Simpan makanan dalam wadah tertutup agar tidak terkontaminasi hewan pengerat.

Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan gudang, loteng, atau area yang kotor.

Hindari menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering. Basahi area tersebut menggunakan cairan disinfektan sebelum dibersihkan.

Edukasi Penting untuk Kurangi Risiko Penularan

Penyakit zoonosis seperti hantavirus menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Pola hidup bersih dan sehat dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.

Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular yang muncul dari lingkungan sekitar.

(Redaksi)


Advertise with Us

Back to top button