Advertise with Us

Internasional

Pembukaan Selat Hormuz Mulai Dibahas Iran dan AS Usai Kesepakatan Damai

KALTIMNEWSROOM.COM – Rencana pembukaan Selat Hormuz mulai dibahas oleh Iran dan Amerika Serikat setelah kedua negara dikabarkan mencapai kesepakatan damai.

Media Jepang Nikkei melaporkan Iran akan membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut sekitar 30 hari setelah kesepakatan berlaku. Informasi itu berasal dari sumber diplomatik di kawasan Timur Tengah, Senin (26/5/2026).

Dalam masa transisi tersebut, Iran disebut akan melanjutkan operasi pembersihan ranjau di wilayah Selat Hormuz agar jalur pelayaran kembali aman untuk dilintasi kapal internasional.

“Setelah periode 30 hari, kapal dari semua negara akan dapat berlayar dengan bebas dan aman,” tulis laporan Nikkei mengutip sumber diplomatik Timur Tengah.

Pembukaan Selat Hormuz Dinilai Penting bagi Pasar Energi Dunia

Pembukaan Selat Hormuz dipandang penting karena jalur tersebut menjadi salah satu rute perdagangan energi terbesar di dunia.


Advertise with Us

Setiap hari, sekitar seperlima pasokan minyak global melintasi kawasan itu. Karena itu, ketegangan di Selat Hormuz selama ini sering memicu kekhawatiran pasar internasional.

Selain membuka kembali jalur pelayaran, Iran juga dikabarkan akan menghentikan pungutan biaya transit terhadap kapal yang melintas di kawasan tersebut.

Kebijakan itu dinilai dapat membantu memulihkan stabilitas distribusi minyak mentah dunia sekaligus menurunkan tekanan terhadap pasar energi global.


Advertise with Us

AS dan Iran Perpanjang Gencatan Senjata

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat telah menyepakati gencatan senjata sementara pada awal April lalu.

Menurut laporan Nikkei, kedua negara juga berencana memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari guna membuka ruang negosiasi lanjutan.

Dalam periode tersebut, Washington dan Teheran akan membahas program nuklir Iran serta upaya normalisasi hubungan diplomatik kedua negara.

Pembicaraan itu disebut menjadi bagian penting dalam meredakan ketegangan geopolitik yang selama bertahun-tahun terjadi di kawasan Timur Tengah.

(Redaksi)


Advertise with Us

Back to top button