DPRD Samarinda Dorong Peluncuran Aplikasi BISA untuk Pantau Sampah Secara Real Time

KALTIMNEWSROOM.COM – Komisi III DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota Samarinda segera mengoperasikan aplikasi BISA atau Basis Informasi Sampah sebagai sistem pemantauan bank sampah berbasis digital di seluruh wilayah kota.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Ardiansyah, menilai aplikasi tersebut penting untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus memperbaiki sistem administrasi bank sampah yang selama ini masih berjalan manual.
“Aplikasi ini nantinya membantu pengawasan pengelolaan sampah masyarakat dan mempermudah pencatatan administrasi bank sampah melalui sistem digital,” kata Ardiansyah, Senin (25/05/2026).
Aplikasi BISA Dinilai Permudah Monitoring Sampah di Samarinda
Menurut Ardiansyah, selama ini Kota Samarinda belum memiliki sistem yang mampu mencatat jumlah sampah harian secara akurat dan terintegrasi. Kondisi tersebut membuat proses evaluasi dan penyusunan kebijakan pengelolaan sampah menjadi kurang maksimal.
Ia menyebut melalui aplikasi BISA, pemerintah kelurahan hingga petugas lapangan nantinya dapat memonitor volume sampah yang masuk ke setiap bank sampah secara langsung.
“Selama ini belum ada sistem yang benar-benar mencatat produksi sampah harian di Samarinda. Kalau aplikasi ini berjalan, petugas maupun pihak kelurahan bisa memantau perkembangan sampah di masing-masing bank sampah,” ujarnya.
Data Digital Bank Sampah Dukung Program Lingkungan dan Ekonomi
Ardiansyah menjelaskan, aplikasi BISA memungkinkan setiap bank sampah memasukkan data jenis sampah, hasil timbangan, hingga volume sampah setiap hari secara digital.
Menurutnya, data tersebut penting untuk mengetahui wilayah dengan produksi sampah bernilai ekonomis tinggi sekaligus menjadi dasar evaluasi program pengelolaan lingkungan.
“Kita nantinya bisa melihat data sampah setiap bulan, termasuk kawasan mana yang punya potensi sampah bernilai ekonomi lebih besar,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem digital tersebut juga membuat transaksi bank sampah menjadi lebih transparan. Warga yang aktif menabung sampah disebut dapat memantau hasil transaksi dan saldo secara langsung melalui aplikasi.
DPRD Samarinda Siapkan Audiensi dengan Wali Kota
Komisi III DPRD Samarinda juga berencana melakukan audiensi dengan Wali Kota Samarinda guna mempercepat peluncuran aplikasi BISA dan aplikasi pendukung lainnya.
Ardiansyah mengatakan aplikasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi program internal, tetapi berkembang sebagai sistem digital resmi milik Pemerintah Kota Samarinda.
“Kami ingin aplikasi ini segera diluncurkan sebagai aplikasi kota sehingga manfaatnya bisa dirasakan seluruh masyarakat Samarinda,” ungkapnya.
Pengelolaan Sampah Terpadu Dinilai Tekan Beban TPA Sambutan
DPRD Samarinda berharap penerapan aplikasi BISA mendapat dukungan dari pemerintah kota, kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat. Program tersebut dinilai penting untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan yang saat ini disebut hampir penuh.
Selain membantu pengelolaan lingkungan, program bank sampah berbasis digital juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak tingkat RT.
“Kalau sistem ini berjalan baik, setiap kelurahan nantinya bisa mengetahui berapa banyak sampah yang berhasil diolah setiap hari maupun setiap bulan,” tutup Ardiansyah.
(ADV)


