Advertise with Us

Nasional

Ancaman Tanah Amblas Menghantui Indonesia Ini Peringatan Keras Ahli BRIN

JAKARTA – Fenomena tanah amblas atau yang secara ilmiah dikenal sebagai sinkhole kini menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai di berbagai wilayah Indonesia. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan peringatan serius mengenai potensi bencana geologi ini, terutama bagi masyarakat yang bermukim di atas lahan dengan formasi batugamping atau kawasan karst. Ancaman ini bukan sekadar isu lingkungan biasa, melainkan risiko struktural yang dapat menelan infrastruktur dan mengancam keselamatan jiwa tanpa peringatan visual yang dramatis di awal.

Pakar geologi dari BRIN menekankan bahwa karakteristik geologis Indonesia yang kaya akan formasi batugamping membuat banyak wilayah sangat rentan terhadap pembentukan lubang runtuhan. Proses ini biasanya terjadi akibat pelarutan batuan oleh air tanah yang bersifat asam, menciptakan rongga raksasa di bawah permukaan tanah. Ketika atap rongga tersebut tidak lagi mampu menahan beban material di atasnya, tanah akan runtuh secara tiba-tiba, menciptakan lubang besar yang menganga.

Kawasan seperti Gunungkidul di Yogyakarta, Maros di Sulawesi Selatan, hingga beberapa wilayah di Jawa Barat dan Sumatera diidentifikasi memiliki risiko tinggi. Fenomena ini seringkali dipicu oleh perubahan tata guna lahan dan intensitas hujan yang ekstrem. Penggunaan air tanah yang berlebihan juga mempercepat terbentuknya rongga bawah tanah karena stabilitas tekanan hidrostatik di dalam tanah terganggu.

Dalam upaya mitigasi bencana geologi, BRIN mengimbau pemerintah daerah dan pengembang infrastruktur untuk melakukan survei geofisika secara mendalam sebelum melakukan pembangunan. Penggunaan teknologi seperti Ground Penetrating Radar (GPR) dan metode resistivitas listrik sangat krusial untuk memetakan kondisi bawah permukaan. Tanpa data geologi yang akurat, pembangunan di atas lahan karst ibarat membangun di atas bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

Menurut standar operasional yang dirilis oleh lembaga internasional seperti United States Geological Survey (USGS), sinkhole seringkali menunjukkan tanda-tanda awal sebelum keruntuhan total terjadi. Masyarakat diminta untuk mengenali gejala-gejala seperti munculnya retakan melingkar di tanah, pintu atau jendela rumah yang mendadak sulit ditutup karena pergeseran fondasi, hingga adanya genangan air baru di area yang sebelumnya kering. Jika vegetasi di sekitar rumah tampak layu secara misterius atau pepohonan mulai miring, hal tersebut bisa menjadi indikasi bahwa tanah di bawahnya mulai bergerak.


Advertise with Us

Editor Senior mencatat bahwa edukasi publik mengenai sinkhole di Indonesia masih sangat minim dibandingkan dengan bencana gempa bumi atau banjir. Padahal, dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh tanah amblas bisa sangat masif, mencakup kerusakan jalan raya, jaringan pipa bawah tanah, hingga kehancuran total pemukiman warga. Oleh karena itu, integrasi antara riset geofisika BRIN dengan kebijakan tata ruang daerah menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi untuk menjamin keamanan masyarakat di masa depan.


Advertise with Us

Back to top button