Advertise with Us

Teknologi

Aplikasi Are You Dead Viral di China Kini Mendunia Lewat Demumu demi Atasi Ketakutan Mati Sendirian

BEIJING – Fenomena kesepian akut yang melanda masyarakat modern di kota-kota besar kini melahirkan solusi teknologi yang cukup provokatif namun sangat dicari. Aplikasi bertajuk Are You Dead? yang sempat menggemparkan jagat digital China kini resmi bertransformasi untuk menjangkau pasar global. Dengan nama baru Demumu, platform ini menawarkan sistem peringatan dini bagi individu yang hidup sendirian dan khawatir jika sesuatu yang fatal terjadi pada mereka tanpa ada satu pun orang yang menyadari.

Lonjakan pengguna di China terjadi bukan tanpa alasan. Negara tersebut tengah menghadapi tantangan demografi serius dengan jutaan lansia yang hidup sendiri atau pemuda ‘sarang kosong’ yang jauh dari keluarga. Ketakutan akan meninggal dalam kesunyian tanpa diketahui orang lain menjadi pemicu utama mengapa aplikasi ini diserbu warga setempat. Melansir laporan South China Morning Post, tren teknologi pemantauan nyawa ini mencerminkan krisis koneksi sosial di era digital yang semakin teralienasi.

Cara kerja Demumu tergolong sederhana namun krusial. Pengguna diwajibkan melakukan konfirmasi diri secara berkala melalui notifikasi yang dikirimkan aplikasi. Jika dalam kurun waktu tertentu pengguna tidak memberikan respons, sistem akan secara otomatis mengirimkan pesan darurat, lokasi GPS terakhir, hingga instruksi khusus kepada daftar kontak darurat yang telah didaftarkan sebelumnya. Fitur ini diharapkan dapat memberikan ketenangan pikiran (peace of mind) bagi mereka yang memilih atau terpaksa hidup dalam kesendirian.

Transformasi menjadi Demumu juga menandai perubahan strategi bisnis dari sekadar aplikasi utilitas menjadi layanan berbasis langganan. Pengembang melihat adanya ceruk pasar global yang luas, mengingat fenomena ‘loneliness epidemic’ tidak hanya terjadi di Asia Timur, tetapi juga melanda Eropa dan Amerika Utara. Dengan skema langganan, pengguna dijanjikan fitur keamanan yang lebih terenkripsi serta integrasi dengan berbagai perangkat pintar lainnya yang mampu mendeteksi tanda-tanda vital secara real-time.

Kehadiran Demumu juga memicu perdebatan di kalangan sosiolog. Di satu sisi, teknologi ini dianggap sebagai jaring pengaman yang efektif di tengah memudarnya nilai-nilai komunal dan kepedulian antar tetangga. Namun di sisi lain, muncul kritik bahwa aplikasi semacam ini hanyalah solusi permukaan yang tidak menyentuh akar permasalahan isolasi sosial. Masyarakat seolah dipaksa bergantung pada algoritma untuk memastikan eksistensi mereka tetap terpantau, alih-alih membangun relasi manusiawi yang nyata.


Advertise with Us

Informasi mengenai perkembangan teknologi gaya hidup lainnya dapat Anda simak di kanal berita terkini kami. Hingga saat ini, Demumu terus menyempurnakan algoritma deteksinya guna menghindari kesalahan pengiriman alarm (false alarm) yang sempat menjadi keluhan pada versi awal aplikasi di China. Dengan peluncuran global ini, industri ‘death tech’ atau teknologi yang berkaitan dengan akhir hayat diprediksi akan semakin berkembang pesat sebagai konsekuensi dari pergeseran struktur sosial dunia.


Advertise with Us

Back to top button
Cari apa wal?
Om Rudi AI
×
Halo buhan gabut! Handak berita apa wal?

Apa mau tanya berita yang lain atau masalah geopolitik yang lagi ramai tulis aja langsung lah?