Advertise with Us

Internasional

AS Kendalikan Minyak Venezuela, Penjualan Hanya Jika Sesuai Kepentingan Nasional

Kaltimnewsroom.com –  Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menegaskan bahwa Venezuela hanya dapat menjual minyaknya apabila hal itu sejalan dengan kepentingan nasional Washington.

Dalam wawancara dengan program Jesse Watters Primetime di Fox News, Vance menyatakan bahwa AS kini memegang kendali penuh atas sumber daya energi Venezuela.

“Kami menguasai sumber daya energinya, dan kami mengatakan kepada rezim tersebut: kalian boleh menjual minyak selama itu melayani kepentingan nasional Amerika. Jika tidak, kalian tidak diizinkan menjualnya,” kata Vance.

Pernyataan tegas itu muncul setelah operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Dengan nada penuh keyakinan, Vance menegaskan bahwa AS kini mengendalikan dompet Venezuela. Ia menambahkan bahwa setiap transaksi minyak dari Caracas harus melewati persetujuan Washington.


Advertise with Us

Pejabat senior pemerintahan AS mengatakan minyak mentah itu sudah diproduksi dan dikemas dalam barel.

Sebagian besar minyak saat ini berada di atas kapal dan akan dikirim ke fasilitas AS di Teluk untuk dimurnikan.

Penangkapan dan operasi AS menuai kritik dari dunia dan menyebut tindakan itu melanggar hukum internasional.


Advertise with Us

Trump Klaim AS Akan Kelola Minyak di Venezuela

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington akan memimpin Venezuela dalam masa transisi setelah penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di klub Mar-a-Lago, Florida, Minggu (4/1/2026), hanya beberapa jam setelah aparat keamanan menangkap Maduro.

Trump menekankan bahwa Amerika Serikat akan segera mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak raksasa untuk masuk ke Venezuela. Ia menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut akan menginvestasikan miliaran dolar guna memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah akibat krisis berkepanjangan.

“Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat—yang terbesar di dunia—untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak,” ujar Trump dengan nada tegas.

Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak hanya memperbaiki aset minyak Venezuela, tetapi juga akan mengambil peran aktif dalam menjual “sejumlah besar” minyak ke pasar internasional.

Ia menilai langkah ini akan menguntungkan Venezuela sekaligus memperkuat posisi Amerika Serikat sebagai pemimpin energi global.

Serangan ke Venezuela 

Amerika Serikat (AS) melancarkan rentetan serangan ke ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1) dini hari. Operasi militer tersebut berujung dengan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan elite AS.

Pemerintah Venezuela menuduh AS melanggar hukum internasional atas serangan tersebut. Kini Maduro telah berada di wilayah AS.

Maduro bersama Istrinya dibawa ke New York. Pada Minggu (4/1), keduanya tiba di pangkalan militer di sana.

(*)


Advertise with Us

Back to top button
Cari apa wal?
Om Rudi AI
×
Halo buhan gabut! Handak berita apa wal?

Apa mau tanya berita yang lain atau masalah geopolitik yang lagi ramai tulis aja langsung lah?