Dari Celana Tambang hingga Mendunia, Ini Sejarah Awal Jeans di Tanggal 20 Mei

KALTIMNEWSROOM.COM – Siapa sangka celana jeans yang kini identik dengan gaya santai dan fesyen modern ternyata lahir dari kebutuhan para pekerja tambang. Bahan denim yang kuat dan tidak mudah robek membuat jeans awalnya dirancang khusus untuk menunjang aktivitas berat.
Kini, jeans menjadi salah satu jenis pakaian paling populer di dunia. Hampir semua kalangan mengenakannya, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun perjalanan jeans menuju tren global tidak terjadi secara instan.
Tonggak penting perkembangan jeans terjadi ketika Levi Strauss & Co memperoleh paten resmi untuk desain celana denim dengan tambahan paku keling atau rivet pada 20 Mei.
Inovasi tersebut membuat jeans lebih kuat dan tahan lama, terutama pada bagian kantong yang sering mengalami kerusakan akibat aktivitas berat para pekerja.
Berawal dari Ide Seorang Penjahit
Gagasan penggunaan paku keling pada celana jeans berasal dari Jacob Davis. Ia ingin menciptakan celana kerja yang tidak mudah sobek.
Saat itu, banyak penambang mengeluhkan celana mereka cepat rusak karena digunakan bekerja setiap hari di area pertambangan. Davis kemudian mengusulkan desain baru dengan tambahan logam kecil di sudut-sudut kantong untuk memperkuat jahitan.
Karena tidak memiliki cukup modal untuk mengurus paten, Davis akhirnya menghubungi Levi Strauss untuk bekerja sama mengembangkan produk tersebut.
Kerja sama itu menjadi titik awal lahirnya jeans modern yang kemudian dikenal di seluruh dunia.
Levi Strauss dan Demam Emas California
Levi Strauss sendiri lahir di Bavaria pada 1829 dengan nama Loeb Strauss. Setelah ayahnya meninggal dunia, ia memutuskan pindah ke Amerika Serikat saat masih muda.
Di Amerika, namanya berubah menjadi Levi Strauss. Ia kemudian membangun bisnis perdagangan pakaian dan kain sebelum akhirnya pindah ke San Francisco untuk mencari peluang lebih besar saat demam emas California berkembang pesat.
Pada 1853, Levi mulai menjual pakaian kerja, termasuk celana denim yang dirancang untuk para penambang. Produk tersebut cepat diminati karena nyaman digunakan dalam aktivitas berat.
Namun, seiring meningkatnya penggunaan, banyak pelanggan mengeluhkan celana yang mudah robek. Masalah itulah yang kemudian melahirkan inovasi rivet bersama Jacob Davis.
Menjadi Ikon Fashion Dunia
Setelah paten resmi diperoleh, jeans mulai diproduksi secara luas dan dijual bebas kepada masyarakat. Model awalnya menggunakan desain overall dengan tambahan tali di bagian pinggang untuk mendukung aktivitas pekerja tambang.
Produksi jeans mula-mula dilakukan secara rumahan dengan melibatkan para penjahit. Namun pada 1880-an, Levi Strauss mulai membuka pabrik sendiri untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Memasuki 1920-an, jeans produksi Levi menjadi salah satu celana kerja pria paling laris di Amerika Serikat. Popularitasnya terus berkembang hingga akhirnya berubah menjadi simbol fesyen global yang digunakan berbagai generasi sampai sekarang.
(Redaksi)
