KALTIMNEWSROOM.COM – Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mengingatkan Indonesia agar tetap menjaga politik luar negeri bebas aktif jika terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
Dave menyampaikan hal itu setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengumumkan pencalonan Indonesia untuk periode 2029-2030.
Menurut Dave, Indonesia perlu menjaga posisi yang seimbang dalam menghadapi dinamika politik global. Dia meminta Indonesia tidak masuk ke dalam blok kekuatan tertentu.
“Saya melihat keputusan Indonesia untuk kembali mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030 sebagai langkah strategis yang sejalan dengan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif,” kata Dave saat dihubungi, Senin (28/9/2026).
Dave menilai pencalonan tersebut juga sejalan dengan upaya Presiden Prabowo Subianto memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan internasional.
Sebut Indonesia Punya Modal Diplomasi
Dave mengatakan Indonesia memiliki pengalaman sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Pengalaman itu menjadi modal diplomasi bagi Indonesia.
Dia berharap Indonesia dapat menggunakan pengalaman tersebut untuk memperjuangkan kepentingan nasional.
Indonesia juga dapat mengambil peran dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia.
“Keanggotaan di DK PBB tentu bukan sekadar soal mendapatkan posisi. Namun, bagaimana Indonesia dapat memanfaatkannya untuk memperjuangkan kepentingan nasional sekaligus berkontribusi bagi perdamaian dan keamanan dunia,” ujarnya.
Dave menilai Indonesia juga memiliki rekam jejak dalam menyuarakan kepentingan negara berkembang. Peran tersebut, menurut dia, perlu terus dijaga.
“Dalam konteks itu, pencalonan ini juga sejalan dengan peran Indonesia yang selama ini aktif menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang dan Global South,” katanya.
Dia meminta Indonesia tetap aktif menawarkan solusi dalam berbagai persoalan global.
“Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif, tidak terseret ke dalam blok kekuatan tertentu, tetapi tetap aktif menawarkan solusi dan mendorong kerja sama untuk menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan seimbang,” ujar Dave.
Sukamta Dukung Indonesia Masuk DK PBB
Dukungan terhadap pencalonan Indonesia juga datang dari Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi PKS Sukamta.
Dia menilai posisi anggota tidak tetap DK PBB memiliki arti strategis bagi Indonesia.
“Kami mendukung penuh upaya Pemerintah RI untuk menjadi anggota tidak tetap DK PBB,” kata Sukamta saat dihubungi, Senin (28/9/2026).
Sukamta menyebut kondisi dunia saat ini terus mengalami perubahan. Karena itu, dia menilai Indonesia perlu mengambil peran dalam proses tersebut.
“Menjadi anggota DK ketika sistem sedang mengalami pergeseran seperti sekarang ini adalah posisi strategis dan momen penting,” ujarnya.
Sukamta berharap Indonesia dapat ikut merumuskan sistem dunia yang lebih adil. Dia juga ingin Indonesia memperkuat peran negara-negara Global South.
“Semoga RI ikut berperan merumuskan dan menata sistem dunia berikutnya yang lebih baik dan adil bagi semua negara anggota PBB,” ucapnya.
Menurut Sukamta, PBB masih memiliki peran penting bagi negara-negara di dunia.
“Bagaimanapun PBB tetap menjadi tumpuan negara-negara khususnya Selatan Global,” katanya.
Dia juga berharap Indonesia melanjutkan peran diplomatik yang telah dibangun sejak era sebelumnya.
Sukamta menyebut Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955, Gerakan Non-Blok (GNB), ASEAN, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) sebagai bagian dari sejarah peran Indonesia dalam diplomasi internasional.
Sugiono Umumkan Pencalonan Indonesia
Sebelumnya, Menlu Sugiono mengumumkan Indonesia maju sebagai calon anggota tidak tetap DK PBB periode 2029-2030.
Sugiono menyampaikan pengumuman tersebut dalam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.
Dia mengatakan Indonesia mengandalkan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Indonesia juga memiliki pengalaman dalam misi kemanusiaan dan perdamaian dunia.
“Yang Mulia Presiden, dengan semangat inilah Indonesia mengajukan pencalonan diri untuk kursi tidak tetap di Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030,” kata Sugiono.
Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat perdamaian dunia. Indonesia juga akan mendorong kerja sama dan dialog antarnegara.
“Indonesia akan berupaya menjaga dialog tetap terbuka, membangun kesamaan pandangan, dan mengubah tanggung jawab bersama menjadi kerja sama yang nyata,” ujarnya.
Jika terpilih, Indonesia akan menjunjung Piagam PBB. Indonesia juga akan menjalin hubungan dengan berbagai pihak.
Sugiono kembali mengutip pesan Presiden Prabowo yang disampaikan dalam forum PBB tahun lalu.
“Seribu kawan masih terlalu sedikit, dan satu musuh sudah terlalu banyak,” ucap Sugiono.
Melalui ASEAN, G20, D8, BRICS, MIKTA, dan PBB, Indonesia akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai negara.
(Redaksi)






