Defisit APBN Januari 2026 Tembus Rp 54,6 Triliun, Pemerintah Klaim Masih Terkendali

KALTIMNEWSROOM.COM – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Januari 2026 tercatat defisit Rp 54,6 triliun atau 0,21% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah menegaskan posisi fiskal tetap aman karena defisit masih sesuai desain APBN tahun berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, realisasi tersebut masih dalam koridor yang telah ditetapkan pemerintah.
“Angka ini masih sangat terkendali dan masih dalam koridor desain APBN 2026,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, Senin (23/2/2026).
Belanja Negara Rp 227,3 Triliun, Lebih Tinggi dari Tahun Lalu
Hingga akhir Januari 2026, pemerintah merealisasikan belanja negara sebesar Rp 227,3 triliun atau 5,9% dari total pagu APBN Rp 3.842,7 triliun. Realisasi ini meningkat dibandingkan Januari 2025 yang sebesar Rp 180,77 triliun atau 4,99% dari pagu Rp 3.621,31 triliun.
Belanja pemerintah pusat mencapai Rp 131,9 triliun atau 4,2% dari pagu. Rinciannya, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 55,8 triliun atau 3,7%, sedangkan belanja non-K/L Rp 76,1 triliun atau 4,6%.
Sementara itu, Transfer ke Daerah (TKD) terserap Rp 95,3 triliun atau 13,8% dari pagu. Pemerintah mendorong percepatan belanja sejak awal tahun guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026.
“Ini menunjukkan akselerasi belanja pemerintah sejak awal tahun, khususnya untuk mendukung program prioritas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama,” tegas Purbaya.
Pendapatan Rp 172,7 Triliun, Pajak Tumbuh 30,7%
Dari sisi penerimaan, pendapatan negara mencapai Rp 172,7 triliun pada Januari 2026. Penerimaan pajak tumbuh 30,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Purbaya, kenaikan tersebut mencerminkan perbaikan aktivitas ekonomi sekaligus efisiensi sistem perpajakan.
“Artinya ada perbaikan ekonomi dan perbaikan dari efisiensi pajak. Kita harapkan tren ini berlanjut pada bulan-bulan berikutnya,” ujarnya.
Defisit kesinambungan primer tercatat Rp 4,2 triliun. Pemerintah menargetkan realisasi belanja kuartal I-2026 mencapai Rp 809 triliun sebagai bagian dari strategi menjadikan APBN sebagai shock absorber di tengah dinamika global.
“Kita optimis APBN mendukung momentum pertumbuhan sepanjang tahun 2026,” pungkasnya.
(Redaksi)


