Deretan Konglomerat Indonesia Hadir di Forum Bisnis London Dampingi Presiden RI

KALTIMNEWSROOM.COM – Presiden RI Prabowo Subianto membawa langsung kekuatan nasional (Konglomerat Indonesia) saat menghadiri forum bisnis dan invesi di Lancaster House, London.
Dalam agenda tersebut, sejumlah konglomerat menandai peran aktif pelaku usaha besar dalam diplomasi ekonomi yang dijalankan pemerintah.
Indonesia berpartisipasi dalam forum bisnis ini sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Inggris. Pemerintah memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai tujuan investasi strategis di kawasan Asia.
“Presiden menghadiri forum bisnis dan investasi yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Inggris, David Lammy, bersama delegasi pengusaha dari Inggris dan Indonesia dalam rangka lawatan kenegaraan di Inggris,” demikian keterangan yang dikutip dari akun resmi Presiden Prabowo Subianto, Kamis (22/1/2026).
Konglomerat Indonesia Warnai Jamuan Bisnis di Lancaster House
Dalam suasana jamuan santap siang ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah dan pelaku usaha kedua negara. Presiden Prabowo secara aktif memperkenalkan delegasi bisnis Indonesia kepada mitra Inggris yang difasilitasi oleh British Chamber of Commerce.
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia memimpin Delegasi Pengusahan Nasional menegaskan peran sentral dunia usaha dalam memperkuat diplomasi ekonomi nasional.
“Dalam pertemuan sekaligus jamuan santap siang tersebut, Presiden diperkenalkan kepada delegasi bisnis asal Inggris serta memperkenalkan delegasi bisnis Indonesia,” tulis akun resmi Presiden.
Daftar Pengusaha Besar yang Hadir
Sejumlah nama besar konglomerat Indonesia terlihat mendampingi Presiden dalam agenda ini. Anindya Bakrie, Ketua Umum KADIN Indonesia, hadir sebagai representasi utama dunia usaha nasional. Kehadirannya menunjukkan keterlibatan langsung KADIN dalam menjembatani kepentingan bisnis Indonesia dan Inggris.
Selain itu, Adika Nuraga Bakrie, Direktur Utama PT Bumi Resources Tbk (BUMI), juga mengikuti forum tersebut. Perwakilan Grup Bakrie ini memperkuat pesan keterbukaan sektor energi dan pertambangan Indonesia terhadap kerja sama global.
Tokoh lain yang hadir adalah Hilmi Panigoro, Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Kehadiran Hilmi menegaskan minat sektor energi nasional untuk menjalin kolaborasi internasional, sejalan dengan agenda transisi energi dan ketahanan energi.
Dari sektor properti dan jasa, James Riady, CEO Lippo Group, turut menghadiri forum bisnis tersebut. Lippo Group dikenal memiliki portofolio luas di sektor properti, kesehatan, pendidikan, dan ritel yang menjadi sektor strategis dalam kerja sama investasi lintas negara.
Sementara itu, Martin Hartono, CEO GDP Venture sekaligus putra pemilik Grup Djarum, juga tampak hadir. Kehadirannya mencerminkan keterlibatan generasi baru konglomerat Indonesia dalam mendorong investasi berbasis teknologi dan inovasi.
Konglomerat Indonesia Didampingi Jajaran Menteri Ekonomi
Selain para konglomerat, Presiden Prabowo juga didampingi jajaran menteri dan pejabat strategis Kabinet Merah Putih. Mereka antara lain Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Hadir pula Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dan Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir, yang memperkuat pesan pemerintah terkait kesinambungan kebijakan fiskal dan investasi nasional.
Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia
Pemerintah memanfaatkan forum bisnis ini untuk memperluas kerja sama di bidang perdagangan, industri, dan teknologi. Kehadiran para konglomerat dinilai strategis karena menunjukkan kesiapan dunia usaha Indonesia dalam menindaklanjuti peluang investasi yang terbuka dari hasil pertemuan bilateral.
Dengan membawa langsung pelaku usaha besar, Presiden Prabowo menegaskan pendekatan diplomasi ekonomi yang mengintegrasikan kekuatan pemerintah dan sektor swasta. Strategi ini diharapkan mampu mendorong realisasi investasi konkret serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi global.
Forum bisnis Indonesia–Inggris ini sekaligus menunjukkan bahwa diplomasi negara tidak hanya bertumpu pada hubungan antar pemerintah, tetapi juga pada kolaborasi aktif dengan dunia usaha sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
(Redaksi)

