TERKINI
Daerah

DPRD Kota Bogor Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Program Padat Karya di Cilendek Barat

Anggota DPRD Kota Bogor saat meninjau lokasi rencana program padat karya di Kelurahan Cilendek Barat untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan keterlibatan warga lokal. (Foto: nasional.tempo.co)

BOGOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor terus menunjukkan komitmen nyata dalam menekan angka pengangguran sekaligus memperbaiki infrastruktur lingkungan di tingkat kelurahan. Melalui inisiasi Program Padat Karya yang direncanakan meluncur pada tahun anggaran 2026, Kelurahan Cilendek Barat menjadi salah satu fokus utama dalam implementasi kebijakan berbasis kerakyatan ini. Langkah ini bertujuan untuk memberikan stimulasi ekonomi langsung kepada masyarakat yang membutuhkan pekerjaan sementara.

Program tersebut rencananya akan melibatkan sedikitnya 100 warga setempat. Keterlibatan masyarakat secara langsung ini bukan sekadar upaya pembersihan lingkungan, melainkan bentuk pemberdayaan yang memberikan dampak finansial instan. DPRD Kota Bogor menilai bahwa skema cash for work atau tunai mandiri merupakan solusi paling relevan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.

Fokus Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan

Program Padat Karya 2026 tidak hanya menitikberatkan pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup perbaikan kualitas lingkungan pemukiman. Para peserta akan bekerja sama dalam berbagai kegiatan pembangunan fisik skala kecil yang berdampak besar bagi mobilitas warga sehari-hari. Berdasarkan analisis lapangan, program ini mencakup beberapa poin strategis berikut:

  • Pembersihan dan normalisasi saluran drainase untuk mencegah genangan air saat musim hujan.
  • Pemeliharaan jalan setapak atau gang di wilayah pemukiman padat penduduk.
  • Penataan ruang terbuka hijau serta fasilitas umum di tingkat RW.
  • Peningkatan literasi kebersihan lingkungan bagi warga yang terlibat.

Pemerintah Kota Bogor bersama legislatif meyakini bahwa pengerjaan proyek oleh warga sendiri akan menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap fasilitas publik. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan partisipasi aktif konstituen.

Mekanisme Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Legislator menekankan pentingnya transparansi dalam seleksi 100 warga yang akan bergabung dalam program ini. Prioritas utama diberikan kepada kepala keluarga yang kehilangan pekerjaan atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan demikian, dana APBD yang dialokasikan benar-benar terserap oleh mereka yang paling membutuhkan. Mekanisme ini diharapkan dapat memutus rantai ketergantungan pada bantuan sosial yang bersifat pasif.

DPRD juga mendorong agar Kementerian Ketenagakerjaan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyediakan standar upah yang layak bagi pekerja padat karya. Sinergi ini krusial agar standar keselamatan kerja tetap terjaga meskipun statusnya adalah pekerjaan sementara. Pengawasan ketat dari pihak kelurahan dan pendampingan dari dinas terkait akan memastikan kualitas pekerjaan tetap sesuai dengan spesifikasi teknis yang direncanakan.

Urgensi Program Padat Karya dalam Pembangunan Urban

Secara analitis, program seperti ini merupakan instrumen penting dalam mitigasi kemiskinan perkotaan. Di kota besar seperti Bogor, kesenjangan ekonomi seringkali terlihat jelas di wilayah-wilayah kelurahan yang padat. Oleh karena itu, kehadiran negara melalui proyek padat karya memberikan harapan baru bagi stabilitas sosial. Program ini juga menjadi jembatan bagi warga untuk mendapatkan pengalaman kerja teknis yang bisa mereka gunakan untuk mencari peluang di sektor konstruksi atau jasa lainnya di masa depan.

Selain memberikan dampak jangka pendek berupa penghasilan, keberhasilan di Cilendek Barat nantinya akan menjadi pilot project atau percontohan bagi kelurahan lain di Kota Bogor. Optimalisasi anggaran daerah untuk program padat karya mencerminkan keberpihakan kebijakan fiskal daerah terhadap kesejahteraan masyarakat akar rumput. Di masa mendatang, integrasi antara pemeliharaan lingkungan dan jaring pengaman sosial ini harus terus ditingkatkan guna mewujudkan Bogor yang lebih mandiri dan inklusif.

Artikel terkait: Evaluasi Capaian Pembangunan Infrastruktur Bogor Tahun 2024.

Ringkasan Cepat

  • BOGOR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor terus menunjukkan komitmen nyata dalam menekan angka pengangguran sekaligus memperbaiki infrastruktur lingkungan di…
  • Melalui inisiasi Program Padat Karya yang direncanakan meluncur pada tahun anggaran 2026, Kelurahan Cilendek Barat menjadi salah satu fokus utama dalam implementasi…
  • Langkah ini bertujuan untuk memberikan stimulasi ekonomi langsung kepada masyarakat yang membutuhkan pekerjaan sementara.
Maya P. Rosalie
Maya P. Rosalie Redaksi Kaltim Newsroom

Jurnalis yang fokus pada isu pemerintahan, pembangunan daerah, dan kemasyarakatan di Kalimantan Timur. Bergabung dengan Kaltim Newsroom sejak 2022.

Lihat Semua Artikel

Baca Juga

Lihat Semua