Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Yusrul Hana, mengatakan penyelesaian seluruh kewajiban proyek menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan keuangan daerah.
“Langkah ini adalah terobosan penting untuk menjaga disiplin pengelolaan keuangan daerah,” kata Yusrul di Samarinda, Sabtu.
Menurutnya, pelunasan utang proyek akan membuat pemerintah tidak lagi terbebani kewajiban lama saat menyusun anggaran tahun berikutnya.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen Pak Wali Kota. Penyelesaian kewajiban pada tahun ini akan membuat pemerintah lebih leluasa menyusun program pembangunan pada 2027 tanpa dibayangi beban utang dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Pelunasan Utang Tingkatkan Kredibilitas Pemerintah
Yusrul menegaskan pelunasan utang tepat waktu mencerminkan tata kelola pemerintahan yang baik. Kebijakan tersebut juga memberikan kepastian kepada kontraktor atau pihak ketiga yang telah menyelesaikan pekerjaan.
Ia menilai komitmen pemerintah dalam memenuhi kewajiban akan meningkatkan kepercayaan mitra kerja sekaligus memperkuat kredibilitas Pemkot Samarinda dalam menjalankan program pembangunan.
Selain itu, pemerintah dapat mengalokasikan anggaran secara lebih optimal untuk kebutuhan pembangunan tanpa harus membayar kewajiban dari tahun sebelumnya.
DPRD Awasi Proses Penyelesaian Utang
Komisi III DPRD Samarinda memastikan akan terus mengawasi proses penyelesaian utang proyek hingga seluruh target tercapai.
Yusrul menegaskan DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan agar pemerintah menyelesaikan seluruh kewajiban sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara ketat demi memastikan proses penyelesaian utang proyek ini berjalan sesuai rencana,” tegasnya.
Ia berharap penyelesaian utang proyek pada 2026 menjadi fondasi bagi pengelolaan APBD yang lebih sehat sehingga pemerintah dapat memfokuskan anggaran 2027 untuk membiayai program-program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
(Adv)






