KALTIMNEWSROOM.COM – Aktris Elisha Cuthbert membagikan pengalaman di balik proses syuting adegan intim bersama Emile Hirsch dalam film The Girl Next Door (2004).
Ia mengungkapkan bahwa salah satu adegan romantis yang paling diingat penonton ternyata tidak direkam dengan cara yang terlihat di layar.
Dalam wawancara bersama Teen Beat yang dikutip detikcom pada Sabtu (11/7/2026), Cuthbert menjelaskan bahwa proses produksi menggunakan teknik pengambilan gambar terpisah untuk menciptakan kesan seolah-olah kedua pemeran berada dalam satu adegan yang sama.
Adegan Direkam Secara Terpisah
Cuthbert mengatakan adegan ketika karakter Danielle dan Matthew bermesraan di dalam limusin menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dan teknik sinematografi bekerja di balik layar.
Ia mengaku tidak berhadapan langsung dengan Emile Hirsch saat merekam adegan tersebut.
Menurut Cuthbert, kru produksi menempatkannya di sebuah set kecil yang hanya menyerupai bagian belakang limusin.
Di hadapannya hanya terdapat kamera dan sebuah kotak sebagai penanda arah pandang.
“Karena pengambilan gambarnya di bagian belakang limusin, sisi saya yang merekam benar-benar hanya berupa kotak kecil persegi; tanpa Emile, tanpa interaksi sama sekali dengannya, hanya kamera dan kotak ini,” ujar Cuthbert.
Sementara itu, Emile Hirsch menjalani proses syuting di lokasi berbeda. Ia juga hanya menghadap kamera untuk merekam bagian adegannya.
Setelah seluruh gambar selesai direkam, tim produksi menyatukan hasil rekaman tersebut sehingga tampak alami di layar.
Cuthbert mengakui proses itu tidak selalu nyaman.
Meski demikian, ia tetap berusaha memberikan penampilan terbaik agar emosi dalam adegan dapat tersampaikan kepada penonton.
Kini Lebih Percaya Diri
Selain membahas proses syuting, Cuthbert juga mengenang pengalamannya saat pertama kali memerankan Danielle.
Ketika itu usianya baru menginjak 20 tahun dan ia merasa karakter tersebut sangat berbeda dengan kepribadiannya.
Ia mengaku memerankan sosok yang sensual menjadi tantangan besar dalam perjalanan karier aktingnya.
Namun, pengalaman tersebut justru membantunya berkembang sebagai aktris.
Menariknya, Cuthbert mengatakan dirinya kini memiliki rasa percaya diri yang lebih besar dibanding saat menjalani syuting lebih dari dua dekade lalu.
Menurutnya, jika harus memainkan karakter serupa saat ini, ia akan lebih siap secara mental meski merasa peran itu sudah tidak lagi sesuai dengan usianya.
Cuthbert juga menegaskan bahwa penampilan Danielle bukan hanya hasil akting semata.
Ia menyebut tim produksi berperan besar melalui tata rias, penataan rambut, kostum, serta berbagai trik di balik layar yang membantu membangun karakter tersebut.
Pengakuan Cuthbert memberikan gambaran bahwa adegan intim dalam film tidak selalu direkam seperti yang dibayangkan penonton.
Berbagai teknik produksi, mulai dari pengambilan gambar terpisah hingga proses penyuntingan, menjadi bagian penting untuk menciptakan adegan yang terlihat meyakinkan di layar lebar. (*)






