Advertise with Us

Nasional

Gubernur Jatim Khofifah Tanggapi Kasus OTT Wali Kota Madiun

Kaltimnewsroo.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan respons tegas terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota Madiun, Maidi.

Khofifah menekankan bahwa seluruh pihak harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada KPK.

Khofifah menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri kegiatan di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur pada Selasa (20/1).

Ia menegaskan bahwa tidak ada pihak yang boleh mengintervensi jalannya proses hukum.

“Serahkan pada tim penegak hukum dari KPK,” kata Khofifah singkat.


Advertise with Us

OTT KPK

Diberitakan sebelumnya, pada Senin, 19 Januari 2026, tim penyidik KPK menggelar operasi senyap di wilayah Madiun, Jawa Timur, dan berhasil mengamankan 15 orang, termasuk Wali Kota Madiun, Maidi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa dari jumlah tersebut, sembilan orang dibawa langsung ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Selanjutnya 9 orang di antaranya ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Walikota Madiun,” ujarnya dalam keterangan tertulis.


Advertise with Us

Dalam OTT ini, KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah.

“Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah,” jelas Budi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan OTT yang melibatkan Wali Kota itu diduga berkaitan dengan suap proyek dan Dana CSR di wilayah Madiun.

“Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun,” pungkasnya.

Profil Maidi

Maidi menjabat sebagai Wali Kota Madiun untuk periode 2025–2030. Ia menjalankan pemerintahan dengan wakilnya Bagus Panuntun.

Pasangan Maidi–Bagus Panuntun resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 20 Februari 2025.

Sebelum terjun ke dunia politik dan menduduki kursi wali kota, Maidi memiliki rekam jejak panjang di bidang pendidikan dan birokrasi. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 2 Madiun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun, hingga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun.

Mengutip data dari Wikipedia, Maidi lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 12 Mei 1961. Ia menikah dengan Yuni Sulistyowati dan dikaruniai dua orang anak, yakni Hendra Saktiwan dan Hendriani Curtinawati.

Maidi merupakan lulusan Sarjana Hukum (S1) dari Universitas Merdeka Madiun.

Ia juga telah menuntaskan program pascasarjana di Universitas Satyagama Program Pasca Sarjana dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

Masing-masing berhasil menyandang gelar Magister Manajemen dan Magister Pendidikan.

Selain itu, Maidi juga telah meraih gelar S3 Doktor Administrasi Publik dari Universitas Terbuka.

Nama lengkap berikut dengan gelarnya yakni Dr. Drs. H. Maidi, S.H., M.M., M.Pd.

(*)


Advertise with Us

Back to top button
Cari apa wal?
Om Rudi AI
×
Halo buhan gabut! Handak berita apa wal?

Apa mau tanya berita yang lain atau masalah geopolitik yang lagi ramai tulis aja langsung lah?