Advertise with Us

Nasional

Delapan Keluarga Korban Pesawat ATR Jalani Tes Ante Mortem di DVI Polda Sulsel Saat Evakuasi Terus Berjalan

MAKASSAR – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan bergerak cepat melakukan langkah identifikasi terhadap para korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Hingga saat ini, sebanyak delapan keluarga korban telah mendatangi posko DVI untuk menjalani pemeriksaan ante mortem guna memberikan data-data primer yang diperlukan dalam proses rekonsiliasi jenazah.

Langkah ini menjadi sangat krusial mengingat kondisi fisik korban kecelakaan pesawat seringkali sulit dikenali secara visual. Pemeriksaan ante mortem yang dilakukan meliputi pengambilan sampel DNA dari keluarga inti, pengumpulan data rekam medis gigi, serta pengumpulan informasi mengenai ciri-ciri fisik khusus atau properti terakhir yang dikenakan oleh korban sebelum insiden tragis tersebut terjadi.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulsel menegaskan bahwa kerja sama dari pihak keluarga sangat menentukan kecepatan proses identifikasi. Tim ahli yang terdiri dari dokter spesialis forensik dan ahli DNA bekerja secara maraton di posko yang telah disediakan. Pihak kepolisian juga menyediakan pendampingan psikologis bagi keluarga yang tengah dalam kondisi berduka agar proses wawancara ante mortem berjalan lancar tanpa menambah beban trauma mereka.

Di sisi lain, proses evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 masih terus berlangsung dengan melibatkan personel gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri. Medan yang cukup menantang menjadi hambatan utama dalam mobilisasi jenazah dari titik koordinat jatuhnya pesawat menuju rumah sakit rujukan. Meski demikian, otoritas terkait memastikan bahwa seluruh sumber daya telah dikerahkan secara maksimal untuk memastikan semua korban dapat segera dievakuasi ke fasilitas medis.

Berdasarkan data resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), penyelidikan mengenai penyebab pasti kecelakaan ini juga sedang berjalan paralel dengan proses identifikasi. Pengambilan data Black Box atau kotak hitam menjadi prioritas tim investigasi di lapangan untuk mengungkap fakta di balik musibah penerbangan ini.


Advertise with Us

Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan foto-foto yang tidak terverifikasi mengenai kondisi korban guna menghormati privasi keluarga. Anda juga dapat membaca informasi mendalam mengenai prosedur standar DVI dalam penanganan bencana massal untuk memahami betapa detailnya proses pencocokan data yang harus dilalui sebelum jenazah diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan.

Hingga berita ini diturunkan, posko DVI masih terus terbuka bagi keluarga korban lainnya yang belum sempat memberikan data ante mortem. Kecepatan dan akurasi dalam identifikasi ini diharapkan dapat memberikan kepastian serta keadilan bagi seluruh keluarga korban pesawat ATR 42-500 tersebut.


Advertise with Us


Advertise with Us

Back to top button
Cari apa wal?
Om Rudi AI
×
Halo buhan gabut! Handak berita apa wal?

Apa mau tanya berita yang lain atau masalah geopolitik yang lagi ramai tulis aja langsung lah?