Advertise with Us

Ekonomi

IMF Sebut Indonesia Paling Stabil di Tengah Krisis Global, Ini Datanya

KALTIMNEWSROOM.COM – Di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia, Indonesia justru muncul sebagai salah satu negara dengan kinerja paling stabil. Pengakuan itu datang dari International Monetary Fund (IMF) yang menyebut Indonesia sebagai “bright spot” dalam perekonomian global pada forum Spring Meetings 2026 di Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Managing Director IMF Kristalina Georgieva, yang menilai Indonesia mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan global yang masih tinggi.

Fundamental Ekonomi Indonesia Dinilai Kuat

Bank Indonesia menegaskan, penilaian positif IMF bukan sekadar persepsi, melainkan didukung oleh indikator ekonomi yang solid.

Direktur Departemen Komunikasi Anton Pitono menyebut stabilitas ekonomi Indonesia ditopang sinergi kebijakan yang konsisten.

“IMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking,” ujarnya.


Advertise with Us

Pertumbuhan Tetap Tangguh di Kisaran 5 Persen

Dalam laporan World Economic Outlook April 2026, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0% pada tahun ini.

Meski sedikit terkoreksi, angka tersebut tetap mencerminkan ketahanan ekonomi nasional. World Bank bahkan memperkirakan pertumbuhan Indonesia berada di level 4,7%.

Sementara pemerintah lebih optimistis. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan bisa mencapai 6%, didukung pemulihan ekonomi sejak akhir 2025.


Advertise with Us

Inflasi Melandai Meski Harga Energi Naik

Stabilitas juga terlihat dari sisi harga. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi Maret 2026 sebesar 3,48% secara tahunan.

Angka ini turun dari bulan sebelumnya dan masih berada dalam target Bank Indonesia. Kondisi ini cukup positif mengingat tekanan global sempat meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia.

Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga.

APBN Tetap Sehat dan Terkendali

Dari sisi fiskal, pemerintah berhasil menjaga defisit tetap rendah. Hingga triwulan I-2026, defisit APBN tercatat 0,93% terhadap PDB.

Disiplin ini menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia, terutama dalam menjaga stabilitas di tengah tekanan eksternal.

Cadangan Devisa Tebal, Rupiah Lebih Tahan Guncangan

Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia mencapai US$148,2 miliar per Maret 2026.

Jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 6 bulan impor, jauh di atas standar internasional. Posisi ini memberikan ruang besar bagi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Selain itu, volatilitas rupiah yang relatif rendah menunjukkan bahwa tekanan global masih bisa dikendalikan dengan baik.

Rasio Utang Masih Dalam Batas Aman

Dari sisi utang, Indonesia juga berada dalam posisi yang cukup aman. Data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko menunjukkan rasio utang terhadap PDB sebesar 40,46%.

Angka ini masih jauh di bawah ambang batas 60%, yang umum digunakan sebagai indikator risiko fiskal.

(Redaksi)


Advertise with Us

Back to top button