
KALTIMNEWSROOM.COM – Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta pada Rabu (3/6/2026).
Penggeledahan tersebut dilakukan oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Meski demikian, Kejagung belum mengungkap perkara yang melatarbelakangi tindakan tersebut.
Hingga kini, penyidik masih menutup rapat informasi mengenai dugaan tindak pidana yang sedang ditangani.
Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mochamad Jeffry, membenarkan adanya penggeledahan di kantor BGN.
“Penyidik pidsus (Jaksa Muda Bidang Tindak Pidana Khusus) Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN,” kata Jeffry kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).
Kejagung belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai barang bukti yang dicari maupun pihak-pihak yang dimintai keterangan dalam kegiatan tersebut.
Pergantian Pimpinan BGN Jadi Sorotan
Penggeledahan ini berlangsung hanya sehari setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan jajaran pimpinan BGN.
Pemerintah mengumumkan pencopotan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua wakil kepala, yakni Lodewijk Paulus dan Sony Sanjaya.
Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Muhammad Qodari di Istana Presiden pada Selasa (2/6/2026).
Prasetyo menyatakan Presiden mengambil keputusan tersebut setelah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja pimpinan BGN.
“Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers.
Nanik S Deyang Pimpin BGN
Dalam susunan baru, Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN.
Sebelumnya, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
Selain itu, Presiden juga mengangkat Agustina Arum Sari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Perubahan kepemimpinan dan penggeledahan yang terjadi dalam waktu berdekatan memunculkan perhatian publik.
Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang menghubungkan penggeledahan Kejagung dengan pergantian pimpinan di BGN.
Kejagung menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses penyidikan berjalan dan informasi yang dapat dipublikasikan telah tersedia. (*)


