Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Pastikan Pelayanan Optimal bagi Ratusan Pengungsi Banjir Jakarta Utara

JAKARTA – Sinergi antara jajaran kepolisian dan militer di ibu kota semakin diperkuat guna menangani dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengungsian warga yang terdampak banjir di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka mendapatkan fasilitas, bantuan logistik, serta layanan kesehatan yang layak dan mencukupi selama masa darurat.
Langkah sigap ini diambil mengingat intensitas hujan yang tinggi menyebabkan beberapa titik di Jakarta Utara terendam air dengan kedalaman yang bervariasi. Berdasarkan data di lapangan, terdapat sedikitnya 643 warga yang kini menempati posko-posko pengungsian sementara. Irjen Pol Karyoto menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, air bersih, serta obat-obatan.
Selama peninjauan, Kapolda dan Pangdam juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan para pengungsi guna mendengar langsung kendala yang mereka hadapi. Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan menginstruksikan jajarannya untuk terus bersiaga 24 jam dalam membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan. Menurutnya, koordinasi lintas sektoral antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah merupakan kunci utama agar penanganan bencana dapat berjalan efektif dan cepat tepat sasaran.
Selain fokus pada kebutuhan di pengungsian, pihak kepolisian juga telah mengerahkan personel untuk melakukan patroli di lingkungan rumah warga yang ditinggalkan mengungsi. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya tindak kriminal pencurian terhadap aset-aset milik warga di tengah musibah banjir. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga kesiapsiagaan operasional di lapangan harus tetap dijaga ketat.
Pelayanan kesehatan di posko pengungsian juga menjadi sorotan utama dalam kunjungan tersebut. Tim medis dari Dokkes Polda Metro Jaya dan Kesdam Jaya telah disiagakan untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir seperti penyakit kulit, diare, dan infeksi saluran pernapasan. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah hukum Jakarta. Sebelumnya, penanganan serupa juga dilakukan pada upaya pengamanan wilayah rawan bencana yang melibatkan kolaborasi multipihak untuk meminimalisir dampak kerugian material maupun non-material.
Menutup kunjungan tersebut, Irjen Pol Karyoto mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari petugas di lapangan jika volume air kembali meningkat. Pemerintah menjamin bahwa stok bantuan akan terus dialirkan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman bagi warga untuk kembali ke rumah masing-masing. Peninjauan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat akibat bencana alam.


