Advertise with Us

Internasional

Kisah Mencekam WNI Terjebak di Pulau Socotra Yaman yang Dijuluki Markas Dajjal Saat Gempuran Saudi Pecah

PULAU SOCOTRA – Situasi mencekam kini tengah dialami oleh seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang terisolasi di Pulau Socotra, Yaman. Keinginan untuk melihat keindahan alam yang eksotis justru berubah menjadi kekhawatiran besar setelah wilayah tersebut terdampak oleh gempuran militer yang melibatkan koalisi Arab Saudi. Pulau yang terletak di Samudra Hindia ini memang dikenal dunia karena keanekaragaman hayatinya yang unik, namun di sisi lain, pulau ini juga kerap dijuluki oleh masyarakat luas sebagai ‘Pulau Dajjal’ atau tempat persembunyian akhir zaman.

WNI yang terjebak tersebut membagikan kesaksiannya melalui media sosial, menggambarkan bagaimana akses transportasi dari dan menuju pulau tersebut tiba-tiba terputus total. Eskalasi konflik di daratan utama Yaman yang dipicu oleh serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi berdampak langsung pada jadwal penerbangan sipil dan jalur logistik laut yang menjadi satu-satunya nadi kehidupan di Socotra. Kondisi ini membuat para wisatawan mancanegara, termasuk WNI, tidak memiliki kepastian kapan bisa kembali ke tanah air.

Menurut laporan terkini dari Reuters, ketegangan di kawasan Yaman memang kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini memicu pengetatan keamanan di wilayah perairan dan udara yang dikontrol oleh pasukan koalisi. Bagi para pelancong di Socotra, hal ini berarti isolasi total secara mendadak. Meski Pulau Socotra relatif jauh dari pusat pertempuran di daratan utama, kontrol ketat atas wilayah udara Yaman membuat maskapai komersial tidak berani mengambil risiko untuk melakukan penjemputan.

Nama Pulau Socotra sendiri selalu mengundang rasa penasaran sekaligus kengerian bagi sebagian orang. Berdasarkan literatur sejarah dan mitologi lokal, banyak yang mengaitkan keanehan pohon darah naga (Dragon’s Blood Tree) dan keberadaan flora endemik yang tidak ditemukan di tempat lain di bumi sebagai ciri-ciri tempat yang disebutkan dalam narasi eskatologi. Namun, di balik legenda tersebut, kenyataan pahit yang dihadapi WNI saat ini adalah ancaman kelaparan dan kehabisan bekal jika bantuan tidak segera datang.

Pihak berwenang di Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri diharapkan segera mengambil langkah diplomasi untuk mengevakuasi warga negara yang terjebak di zona konflik tersebut. Dalam situasi seperti ini, keselamatan warga negara menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian politik di Timur Tengah. Masyarakat dapat memantau perkembangan terbaru mengenai kebijakan luar negeri Indonesia di kanal Berita Internasional kami secara berkala.


Advertise with Us

WNI tersebut mengungkapkan bahwa komunikasi di pulau tersebut juga mengalami kendala teknis. Listrik dan jaringan internet tidak stabil, menambah beban mental bagi mereka yang terpisah jauh dari keluarga. Mereka hanya bisa berharap adanya gencatan senjata sementara atau pembukaan jalur kemanusiaan yang memungkinkan pesawat evakuasi mendarat di bandara kecil Socotra. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai jadwal pasti evakuasi bagi warga asing yang terperangkap di sana.


Advertise with Us

Back to top button
Cari apa wal?
Om Rudi AI
×
Halo buhan gabut! Handak berita apa wal?

Apa mau tanya berita yang lain atau masalah geopolitik yang lagi ramai tulis aja langsung lah?