KPK Tetapkan Bupati Kuansing Tersangka, Dugaan Suap Mobil Mewah Terungkap

KALTIMNEWSROOM.COM – DIKSI.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan suap yang melibatkan dua mobil mewah di Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Penyidik menduga Zulkarnain memberikan Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Land Cruiser kepada Bupati Kuansing Suhardiman Amby untuk mengamankan jabatan dan proyek.
Kasus itu tidak hanya berkaitan dengan pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda). KPK juga menemukan dugaan suap saat Zulkarnain mengejar jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuansing pada 2021.
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan, Zulkarnain lebih dulu menyerahkan Mitsubishi Pajero Sport ketika Suhardiman masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing.
“Ini bukan yang pertama ZKN lakukan. pada saat yang bersangkutan menduduki jabatan kadis juga sempat memberikan sesuatu kepada SA yang saat itu masih Plt Bupati,” ujar Achmad dalam konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (1/7/2026).
Suhardiman menggantikan Andi Putra sebagai Plt Bupati setelah KPK menangkap Andi Putra dalam perkara korupsi. Setelah itu, Suhardiman memenangkan Pilkada 2024 dan menjabat sebagai Bupati Kuansing pada 2025.
KPK Tetapkan Bupati Kuansing: Dugaan Pajero Sport Buka Jalan Menuju Jabatan Kadis PUPR
Penyidik menemukan Zulkarnain membeli Mitsubishi Pajero Sport senilai sekitar Rp700 juta melalui kredit. Ia lalu menyerahkan mobil itu kepada Suhardiman agar memperoleh jabatan Kepala Dinas PUPR Kuansing.
Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant Ardiles membantu proses pembelian kendaraan tersebut.
KPK juga mengusut keuntungan yang Ardiles terima. Perusahaannya memenangkan 13 paket proyek di Dinas PUPR Kuansing pada 2022. Nilai seluruh proyek itu mencapai sekitar Rp1,2 miliar.
Achmad mengatakan Ardiles kembali memenangkan proyek pemerintah pada 2025 dan 2026. Nilainya mencapai lebih dari Rp966 juta.
“ARD kembali menjadi pemenang proyek di sejumlah dinas dan sekretariat daerah Kuansing pada tahun 2025 dan 2026 dengan nilai lebih dari Rp966 juta,” katanya.
Posisi Amankan Land Cruiser Dugaan Saat Seleksi Sekda
Penyidik juga mengusut dugaan pemberian Toyota Land Cruiser senilai sekitar Rp2,05 miliar. Zulkarnain membeli mobil itu secara kredit. Ardiles ikut membantu proses pembeliannya.
KPK menduga Zulkarnain sengaja memilih skema kredit. Ia ingin menjaga hubungan dengan Suhardiman selama masa jabatan bupati berlangsung.
“Mencicil dengan tenor waktu ini juga dimaksudkan oleh ZKN untuk mengunci agar jabatan ZKN selama periode bupati menjabat itu aman sehingga kredit di-setting selama 5 tahun tenornya,” ujar Achmad.
KPK menetapkan Suhardiman Amby, Zulkarnain, dan Ardiles sebagai tersangka. Penyidik kini menelusuri aliran dana, mekanisme pemberian proyek, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.n oleh ZKN untuk mengunci agar jabatan ZKN selama periode bupati menjabat itu aman sehingga kredit di-setting selama 5 tahun tenornya,” ujar Achmad.
KPK kini terus mendalami aliran dana, mekanisme pemberian proyek, serta kemungkinan adanya pihak lain yang ikut menikmati hasil dugaan praktik suap tersebut.
(Redaksi)


