Megawati Soekarnoputri Sebut Serangan Militer Amerika Serikat ke Venezuela Sebagai Bentuk Neokolonialisme Baru

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, melontarkan kritik pedas terhadap tindakan militer Amerika Serikat yang menyasar kedaulatan Venezuela. Megawati menegaskan bahwa serangan bersenjata serta upaya paksa terhadap pemimpin sah sebuah negara merupakan manifestasi nyata dari praktik neokolonialisme yang harus segera dihentikan oleh komunitas internasional.
Dalam pernyataan resminya, Megawati menyoroti laporan mengenai penculikan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya yang dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan etika hubungan antarnegara. Menurutnya, tindakan semacam ini merusak tatanan demokrasi global dan mengancam perdamaian dunia yang seharusnya dijunjung tinggi oleh negara-negara besar.
“Apa yang terjadi di Venezuela bukan sekadar konflik internal, melainkan bentuk intervensi asing yang menginjak-injak harga diri sebuah bangsa. Ini adalah neokolonialisme modern yang dibungkus dengan berbagai alasan politis,” ujar Megawati dalam keterangannya di Jakarta. Ia mengingatkan kembali pada prinsip kemerdekaan adalah hak segala bangsa, sebagaimana yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan semangat Konferensi Asia Afrika yang digagas oleh Bung Karno.
Lebih lanjut, Megawati menekankan bahwa setiap negara memiliki hak kedaulatan penuh untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa adanya tekanan militer dari pihak luar. Ia melihat pola intervensi yang dilakukan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia seringkali justru menimbulkan instabilitas berkepanjangan daripada solusi damai. Baginya, krisis di Venezuela seharusnya diselesaikan melalui dialog diplomatik yang bermartabat, bukan dengan pengerahan kekuatan militer atau tindakan penculikan yang tidak beradab.
PDI Perjuangan sebagai partai yang konsisten menyuarakan anti-imperialisme juga menyerukan agar pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengambil sikap tegas dalam forum-forum internasional. Megawati berharap Indonesia dapat berperan aktif dalam meredam ketegangan ini dan memastikan hukum internasional ditegakkan tanpa tebang pilih. Anda juga dapat membaca arah kebijakan politik luar negeri PDI Perjuangan untuk memahami konsistensi partai dalam isu kedaulatan bangsa.
Aksi kecaman ini menambah deretan kritik global terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dinilai terlalu agresif di kawasan Amerika Latin. Megawati menutup pernyataannya dengan menegaskan solidaritasnya kepada rakyat Venezuela yang kini tengah berjuang mempertahankan kedaulatan negara mereka dari intervensi asing. Ia meyakini bahwa kekuatan rakyat (power of the people) pada akhirnya akan mampu melawan segala bentuk penindasan meskipun harus berhadapan dengan kekuatan militer raksasa dunia.


