Menlu Iran Kantongi Bukti Kuat Mossad Jadi Dalang Kerusuhan Maut di Teheran

TEHRAN – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara terbuka melontarkan pernyataan keras terkait rentetan kekerasan yang mengguncang stabilitas internal negaranya dalam beberapa waktu terakhir. Araghchi menegaskan bahwa pemerintah Iran kini telah mengantongi bukti-bukti nyata dan tak terbantahkan yang menunjukkan keterlibatan langsung dinas intelijen luar negeri Israel, Mossad, dalam memicu kerusuhan maut selama gelombang unjuk rasa di wilayah kedaulatan Iran.
Pernyataan ini menambah babak baru dalam ketegangan panjang antara Teheran dan Tel Aviv. Menurut Araghchi, intervensi asing tersebut bukan sekadar infiltrasi informasi, melainkan tindakan sabotase aktif yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di pihak warga sipil maupun aparat keamanan. Ia menyebut bahwa ada pola sistematis yang dirancang oleh agen-agen Mossad untuk mengubah penyampaian aspirasi masyarakat menjadi tindakan anarkis yang merusak infrastruktur publik.
Dalam sebuah wawancara dengan media setempat, Araghchi menjelaskan bahwa dokumen dan bukti fisik yang ditemukan di lapangan menunjukkan adanya dukungan logistik dan finansial dari pihak eksternal. Iran mengklaim telah melacak aliran dana dan instruksi taktis yang diberikan kepada kelompok-kelompok tertentu yang menyusup di tengah massa aksi. Menurutnya, tujuan utama dari keterlibatan Mossad adalah untuk melemahkan posisi tawar Iran di kancah internasional melalui instabilitas domestik.
Ketegangan antara kedua negara memang telah mencapai titik didih dalam setahun terakhir. Selain isu kerusuhan dalam negeri, Iran dan Israel juga terlibat dalam perang bayangan yang mencakup serangan siber, pembunuhan ilmuwan nuklir, hingga serangan terhadap kapal-kapal komersial di perairan internasional. Anda dapat membaca analisis mendalam mengenai dampak geopolitik konflik Iran dan Israel di Timur Tengah untuk memahami konteks yang lebih luas.
Abbas Araghchi yang baru saja menjabat sebagai diplomat tertinggi Iran, tampaknya mengambil posisi yang sangat tegas dalam kebijakan luar negerinya. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan yang nyata. Pihak Iran berencana untuk membawa bukti-bukti tersebut ke hadapan organisasi internasional sebagai bentuk protes resmi terhadap tindakan spionase dan provokasi kekerasan oleh Israel.
Hingga berita ini diturunkan, pihak otoritas Israel maupun markas besar Mossad belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan serius yang dilemparkan oleh Menlu Iran tersebut. Namun, mengacu pada laporan dari Tehran Times, pemerintah Iran sedang mempersiapkan laporan komprehensif yang akan dipresentasikan di hadapan Dewan Keamanan PBB dalam waktu dekat. Situasi di kawasan diperkirakan akan tetap memanas seiring dengan upaya Iran untuk memperketat keamanan dalam negeri dan melakukan kontra-intelijen terhadap jaringan asing.


